polisi malam pertama

Mo sharing pengalaman konyol ni, kacau bener deh. Sampeyan pernah didatengi polisi? Saya pernah, dan itu di malam pertama saya nginep di apato. Udah nggak ngerti bahasanya, kaget, bingung, kuatir ditangkep, macem-macem lah pokoknya. Ni ceritanya.

Malam pertama di apartemen, setelah beres-beres kamar, acara selanjutnya adalah ngecek koneksi internet. Wow, kenceng bener pokoknya. Tapi, kalau belum bisa lancar dipakai buat skype, itu belum terbukti kan. Jadilah dicoba, dan skype-nya conference dengan teman-teman dari universitas lain di Jepang. Top markotop, lancar jaya. Gambar tidak nge-lag, suara juga lancar. Jepang memang mantabh…. Nah, dari sini masalah bermula.

Karena saya tidak punya mic, maka acara ngerumpi dilakukan secara tradisional: pakai speaker dan mic laptop. Saking senengnya bisa ngobrol dengan teman-teman, suaranya (mungkin) terlalu keras –IMHO, sama sekali tidak keras kok, beneran deh. Ngobrolnya sekitar jam setengah 10 malam, dan sekitar jam 10 malam, tiba-tiba bel pintu kamar saya berbunyi. Bingung juga, masak ada tamu malam-malam. Saya buka pintunya, eh ternyata polisi. Ya, POLISI…!!!

Waduh, saya udah kuatir perasaannya. Memangnya saya salah apa? Dan kalau ditangkap terus dideportasi, kan nggak elit banget. Baru datang kok sudah dipulangkan lagi. Pertama dia bicara pake bahasa Jepang.

Polisi (P): blup blup blup….. (haha, saya nggak tau artinya. Udah ga paham bahasa, ngomongnya juga cepet banget)

Saya (Sy): I’m sorry, Sir. I don’t understand what you’re talking about

P: blup blup blup…….

Sy: I’m sorry, sir. I don’t understand. Could you please speak in English? I’m Indonesian and I only know Indonesian and English language. Eigo, please…. (eigo itu bahasa Jepang untuk Inggris)

P: blup blup blup……. Trus liat HP-nya, mungkin nyari terjemahan bahasa Jepang. Blup blup blup……. (lagi), dan ngasih kode tangannya dinaik-turunkan (sama kaya polisi di Indonesia kalo merintahin kendaraan biar nggak ngebut)

Sy: So, I should come out, Sir? (saya pikir disuruh keluar kamar, disuruh jongkok terus diborgol dan dibawa ke kantor polisi. Udah siap-siap aja mo keluar kamar, sebelah kaki udah di luar tuh. Asem, masa malam pertama nginepnya di kantor polisi. Nanti kalau masuk koran lokal gimana? Trus kalau pihak universitas tahu gimana? Haduh, pikiran isinya jelek semua jadinya)

P: blup blup blup……. Tangannya dikibaskan (ah, lega. Berarti tidak akan ditangkap ni). Anoo… blup blup blup……. Trus liat HP lagi. Masih bingung juga sepertinya. Akhirnya dia nunjuk laptop saya (keliatan dari luar), dan ngasih kode tangan kaya kita mutar volume tape, sambil dia bilang “sound, sound”

Sy: Ahhh…. Thank you very much, Sir. Yes, I will decrease the sound. Yes, sure. Sumimasen, komennasai. Arigato gozaimasu (cuma itu perbendaharaan kata bahasa Jepang yang saya bisa, hahaha….., dan beberapa kata lain), sambil ngebungkukin badan berkali-kali

P: blup blup blup……. dan pergi

Ah, lega rasanya. Langsung saya matiin tu chat di skype. Kapok ngobrol bareng-bareng rame dengan teman-teman. Ternyata ada tetangga apartemen yang komplain. Kadang orang Jepang kalo komplain tu gedor-gedor pintu kita, kadang ada yang langsung manggil polisi. Dan tetangga saya sepertinya tipe orang yang kedua. Anyway, saya belum pernah bertemu muka dengan tetangga saya itu, jadi orangnya kaya gimana, saya nggak tahu, hehehe….

Oia, itu lambang segi lima adalah lambang kantor polisi di Jepang (koban). Di deket stasiun KA pasti ada koban, selain markas di tiap kota.

1 Comment

  1. Pencerah said,

    December 15, 2011 at 15:13

    Kamarnya di kasih tumbuhan peredam suara (fisling mode on)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: