panasonic tour

Kemarin saya bersama teman2 mahasiswa baru ikut tur ke Panasonic. Ini tur yang difasilitasi oleh Ritsumeikan University; nanti ada tur lanjutan ke Totoya dan Toto. Dekat saja, 15 menit jalan kaki dari kampus. Panasonic adalah perusahaan besar di Jepang, pusatnya di Osaka. Sebenernya produksinya macam2, tapi tidak semuanya masuk pasar Indonesia. Bahkan memproduksi sepeda juga lho. Nah, pabrik yang di dekat kampus saya itu memproduksi home appliances, khususnya pengatur udara (AC dan pemanas udara). 

Pabrik utama Panasonic ada di tiga negara: Jepang, Malaysia, dan Cina. Ternyata pabrik Panasonic disini masih banyak menggunakan tenaga manusia, tidak semuanya memakai mesin. Untuk produksi komponen memang menggunakan mesin, tetapi perakitan dan pengepakan masih menggunakan tenaga manusia. Yang saya salut, kondisi pabriknya bener2 bersih (tidak boleh memotret di dalam pabrik, jadi tidak ada fotonya, hehehe…). Tiap divisi memakai topi yang berbeda (misalnya perakitan topi hijau, pengemasan biru). Keselamatan pekerja juga menjadi prioritas utama disini. Turnya sih biasa saja; yang rada menarik adalah sesi tanya jawab setelah tur, yang saya rangkum seperti ini.

 

Tanya: kenapa Panasonic masih banyak menggunakan tenaga manusia, bukan 100% mesin?

Jawab: karena tenaga manusia masih dibutuhkan, terutama dalam proses perakitan dan pengecekan. Misalnya dalam pengecekan suara AC (yang potensial menimbulkan suara bising), maka yang melakukan pengecekan harus manusia untuk memastikan bahwa suara tersebut masih dalam batas toleransi ataukah tidak.

T: apa yang menjadi pertimbangan utama Panasonic untuk mendirikan pabrik di Malaysia dan Cina?

J: pendirian pabrik di Malaysia sebenarnya bukan keputusan strategis. Waktu itu presiden Panasonic datang ke Malaysia, dan PM Mahathir meminta untuk mendirikan pabrik di sana, sehingga itulah yang terjadi. Sementara, Cina kami pilih karena memiliki pangsa yang sangat besar terutama untuk produk AC.

T: Panasonic akan bekerjasama dengan Sanyo di tahun 2012. Apakah ini sekedar kerjasama atau akuisisi, atau bagaimana?

J: ini adalah kerjasama yang saling menguntungkan, terutama dalam produk home appliances seperti AC dan pemanas udara. Panasonic lebih fokus pada produk dengan ukuran kecil, sedangkan Sanyo berfokus pada produk untuk konsumsi bangunan besar seperti pabrik dan gedung.

T: apa yang menjadi keunggulan Panasonic dibanding perusahaan lain?

J: kami berkonsentrasi pada teknologi yang ramah lingkungan (eco-friendly), dan juga meminimalisir penggunaan material untuk produk kami. Juga, departemen riset Panasonic tersebar di beberapa negara yang memiliki instalasi produksi; tujuan utamanya adalah untuk melakukan penelitian produk apa yang benar2 diinginkan dan sesuai dengan masyarakat negara yang bersangkutan.

T: bagaimana strategi penjualan merk Panasonic?

J: merk Panasonic memang masih kalah dengan merk lain dari segi nama, karena produk kami dianggap sebagai produk untuk orang tua yang sudah stabil hidupnya, dengan kualitas yang bagus, dan harga yang cukup mahal. Ini yang ingin kami ubah, karena kami juga mentargetkan anak muda dengan harga yang kompetitif. Juga, sekarang kami hanya menggunakan satu nama produk yaitu Panasonic dari sebelumnya National, Panasonic, dan Technic; ini adalah untuk kepentingan pemasaran dan brand-image.

T: bagaimana sistem kerja manusia di Jepang? Pabrik di Cina memiliki 3 shift dan mesin beroperasi selama 24 jam.

J: disini kerja pabrik tergantung pada musim. Pada off-season (musim dingin), hanya ada satu shift. Pada musim panas (peak-season), ada dua shift dan mesin bekerja selama 24 jam.

T: apa doktrin utama di Panasonic yang membedakannya dengan kompetitor?

J: (1) kami berpegang pada doktrin teknologi ramah lingkungan. Panasonic selalu berusaha melakukan efisiensi baik dari segi produksi, penggunaan bahan baku, maupun konsumsi daya produk. (2) divisi riset dan pengembangan Panasonic ada di beberapa negara tempat pabrik berada, tidak hanya di Jepang. Ini membuat riset kami relatif lebih maju dibanding dengan perusahaan kompetitor. (3) sistem produksi kami terbentang mulai dari produksi bahan baku hingga pengepakan, yang membuat kami lebih memiliki kontrol dan independen, tidak tergantung pada pasokan dari perusahaan lain.

 

Kesimpulan yang bisa saya sarikan untuk menjadikan perusahaan agar sebesar Panasonic: hanya satu, inovasi. Fokus pada riset dan pengembangan yang sesuai dengan pasar dan dapat meminimalkan ongkos produksi. Tentu saja mengurus perusahaan yang beroirentasi profit dengan negara yang orientasinya kesejahteraan sangat berbeda. Tapi saya rasa intinya tetap sama: inovasi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: