dancer in tv live-music program

Hampir tiap pagi di semua stasiun televisi ada acara live music. Yang namanya inbox lah, dahsyat lah, atau yang lain. Saya tidak hapal karena tidak punya televisi di kamar kos dan sering masuk kuliah pagi, sehingga jarang melihat acara tersebut. Meskipun begitu, kadang saya nikmati juga, ketika pulang ke kampung halaman. Secara umum, ada tiga hal yang jadi tema: pembawa acara yang heboh (meskipun kadang guyonannya keterlaluan dan tidak lucu sama sekali), pemutaran video klip, dan penampilan langsung di studio. Dan saya jarang memperhatikan presenter yang aneh, lebih suka menonton video klip, serta mengamati live music yang ada. Bukan, bukan mengamati penyanyi, tetapi justru penari-penari (yang kebanyakan abg, some says that they are “alay”) yang berada di belakang si penyanyi.

Aneh saja rasanya, melihat mereka menari dengan gaya yang sama, yang seringkali tidak sesuai dengan tema lagu yang dinyanyikan. Dengan umur yang begitu muda, apa mereka juga tidak sekolah ya? Saya pernah membaca di surat kabar bahwa mereka sebenarnya adalah penonton bayaran yang mendapat upah tiap kali datang dan meramaikan acara. Sebagai gantinya, mereka harus membuat acara kelihatan hidup. Tidak heran, wajah yang sama akan terlihat berkali-kali, bahkan hampir tiap hari, dan juga pada acara yang berbeda.

Nah, yang bikin saya ilfil (kadang ingin muntah, hehe..), yaitu gaya menarinya yang berlebihan. Sumpah, ada cowok yang narinya niat banget (terlalu niat malah) dan kemayu, hingga mengalahkan gaya cewek. Dan konyolnya lagi, semakin heboh seseorang maka kamera akan semakin sering menyorotnya. Ah, seperti lingkaran setan saja; yang satu akan semakin “membiakkan” yang lain. Saya tidak anti terhadap penonton bayaran, karena saya juga paham dalam acara televisi rating adalah segalanya. Karena itu, setiap acara televisi akan menggunakan bermacam cara agar terlihat ramai (dan menarik pemirsa untuk menonton), sehingga iklan akan datang. Yang saya herankan, kok mau-maunya stasiun televisi memakai penari yang lebay begitu. Menurut saya, itu justru akan menurunkan mutu acara. Ah, tapi Indonesia memang negara yang aneh. Fakta yang ada, acaranya masih tetap eksis hingga sekarang, dan penari lebay juga masih tetap muncul tiap pagi. Sigh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: