beware of your prayer

Hati-hati dengan doa Anda. Ini yang saya yakini. Janganlah berdoa untuk meminta hal buruk terjadi pada orang lain. Saya pernah mengalaminya sendiri, dan sekarang menjadi sangat berhati-hati untuk memohon kepada Gusti Allah, terutama yang berkaitan dengan orang lain.

Gusti Allah pasti akan mengabulkan permohonan kita; persoalannya adalah kita serius memintanya ataukah tidak. Kalaupun tidak dikabulkan, itu berarti dua hal: yang kita pinta bukanlah yang terbaik untuk kita, atau Dia menundanya di kemudian hari. Seperti kata Andrea Hirata: Tuhan tahu, tapi menunggu.

Pengalaman pribadi saya terjadi ketika saya memohon pada Gusti Allah sesuatu yang berkaitan dengan orang lain. Saya sadar bahwa dia tidak akan memberikannya pada saya, tapi saya sangat menginginkannya. Saya meminta dengan sangat pada-Nya. Hasilnya, orang yang bersangkutan bersedia memberikan yang saya minta itu, meskipun dengan sangat terpaksa dan kelihatan tidak ikhlas. Saya jadi merasa bersalah dan akhirnya menolak pemberiannya. Menyesalkah saya? Saya kira saya akan menyesal karena menolak sesuatu yang sudah lama saya idamkan. Ternyata, kemudian, saya tidak menyesal. Saya bahkan senang karena saya tidak jadi “merampok” orang lain. Dan, ini yang lebih baik, saya mendapat gantinya; yang sesuai dengan keinginan saya.

Juga, janganlah juga “mendikte” Gusti Allah untuk memberikan sesuatu pada kita. Kita, sebagai manusia, pasti menginginkan sesuatu, dan hak kita untuk memintanya pada Tuhan; sebab, kepada siapa lagi kita meminta? Hanya saja, apakah yang kita minta adalah yang terbaik untuk kita? Saya tidak yakin dengan hal tersebut. Dulu, saya seringkali meminta sesuatu secara eksplisit dalam doa saya. Hasilnya, kadang dikabulkan dan kadang tidak. Sekarang saya juga terkadang masih sering melakukan hal tersebut, tetapi hasil akhirnya saya serahkan pada-Nya. Jika dikabulkan, hal itu merupakan bonus dan anugrah, tetapi kalaupun tidak dikabulkan, berarti hal tersebut bukan merupakan yang terbaik untuk saya.

Yang selalu saya pinta adalah yang terbaik untuk saya. Bukan yang terbaik di antara pilihan yang ada, tetapi yang paling optimal untuk saya. Mendapat yang terbaik tetapi justru menjadikan beban adalah hal yang sangat berat; membuat pikiran menjadi kusut dan badan menjadi lemah.

Contoh yang paling baru adalah dalam proses studi lanjut saya. Ketika mendaftar untuk memperoleh beasiswa, saya tidak meminta untuk diterima; saya meminta yang terbaik untuk saya. Tentu saja ikhtiar adalah wajib, tetapi hasil adalah hak prerogatif Gusti Allah. Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar dan saya diterima. Ketika kemudian saya harus mengikuti program pelatihan bahasa inggris dan melaksanakan ujian, saya juga tidak meminta untuk diberi nilai yang tinggi. Saya hanya meminta diberi kemampuan untuk dapat memberikan usaha yang terbaik. Hasilnya.. sangat baik. Juga pada saat perkuliahan dimulai. Ketika ujian, permintaan saya sama: diberi kemampuan untuk dapat memberikan usaha yang terbaik. Hasilnya.. bahkan jauh di atas perkiraan saya. Yang terakhir terjadi pada saat saya harus melakukan ujian wawancara dengan universitas Jepang yang akan menjadi tujuan saya di tahun kedua perkuliahan. Antara IUJ dan Ritsumeikan, mana yang harus saya pilih. Saya memberikan usaha yang sama kualitasnya pada kedua universitas tersebut, dan berdoa agar diberi yang terbaik. Hasil akhirnya adalah saya diterima di kedua tempat tersebut, dan menjadikan saya bingung. Untung saja, dari pihak UGM mengarahkan untuk mengambil Ritsumeikan; masalah terselesaikan. Saya percaya bahwa itu semua adalah yang terbaik untuk saya. Bukan yang terbaik di antara pilihan yang ada, tetapi yang paling optimal.

Jadi, hati-hatilah dengan doa Anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: