bersyukurlah. selalu

Ini kata-kata yang selalu diucapkan sahabat terbaik saya dalam setiap postingan di milis teman-teman kuliah (sayang dia sudah out sekarang). Dan dia memang benar. Betapa banyak nikmat yang dicurahkan Gusti Allah kepada kita (khususnya saya), dan saya masih kurang bersyukur. Mari kita lihat beberapa hal dari segi fisik duniawi saja (karena urusan agama adalah urusan pribadi tiap manusia, dan saya tidak mau merambah wilayah yang menjadi privasi orang lain). Sehat. Ini adalah karunia yang luar biasa. Bahkan penyakit seperti flu (yang katanya penyakit sepele), sungguh merupakan gangguan. Saya mengalaminya 3 hari sebelum ujian wawancara untuk menentukan studi lanjut saya, dan akibatnya adalah tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Untuk makan saja sudah tidak bisa merasakan nikmat, apalagi untuk belajar. Untung saja (ini nikmat yang lain lagi), ujiannya berlangsung dengan baik; hanya 10 menit dan saya dinyatakan lulus. Hurrayyy…. Sehat juga merupakan pemasukan lho. Coba saja pikirkan kalau kita sakit; berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk mengobati penyakit itu? Jadi, kalau sampeyan diberi kesehatan: bersyukurlah, selalu.

Ilmu yang bermanfaat. Sekolah sekarang benar-benar mahal. Jadi bagi yang bersekolah, itu adalah nikmat yang luar biasa. Saya (alhamdulillah) sedang melanjutkan studi saya di S2. Tidak pernah terbayangkan rasanya akan sekolah lagi, karena tidak ada biaya. Untungnya ada yang bersedia mbayari, hehe… Dan ternyata kuliah di sini benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Latar belakang pendidikan S1 saya tidak sesuai dengan jurusan yang saya ambil dan ini membutuhkan usaha yang keras untuk memahami pelajaran di sini. Tapi saya tidak akan mengeluh. Dahulu saya memilih jurusan ini dengan sadar dan meminta kepada Gusti Allah agar diberi yang terbaik. Dan ini adalah yang terbaik. Saya sudah tahu dengan semua konsekuensinya, dan akan menjalaninya. Jika saya mengeluh, Dia pasti akan murka. Sudah minta sekolah, milih jurusan sendiri, setelah dikabulkan kok malah sambat. Maka: bersyukurlah, selalu.

Rizqi yang berkah. Ah, sudah banyak contohnya, dan saya yakin sampeyan pasti juga memiliki pengalaman pribadi yang sungguh berkesan. Saya hanya ingin mengingatkan, kalau kekayaan itu tidaklah ada dalam jumlah materi, tetapi berada dalam kecukupan di hati. Saya bersyukur akan rizqi yang saya dapat, dan saya tiba-tiba merasa sudah kaya. Tidak akan bekerja kemrungsung srugal-srugul, nyikut sana sini, dan iri terhadap materi yang dimiliki orang lain. Lihatlah ke bawah selalu, dan kita akan merasa betapa beruntungnya kita. Bukannya saya menganjurkan untuk malas dan tidak bekerja (karena katanya rizqi adalah takdir), tapi ini merupakan pengingat bahwa dalam mencarinya ada beberapa hal yang sebaiknya kita ikuti. Bersyukurah, selalu.

Dengan bersyukur, hati akan menjadi tenang. Benar, cobalah. Insya Allah semua yang kita dapat juga akan ditambah jika kita selalu bersyukur. Bahkan kanjeng Nabi juga selalu bersyukur dalam setiap waktu. Matur nuwun Mas Taqi. Bersyukurlah, selalu.

1 Comment

  1. tay said,

    February 18, 2011 at 19:31

    matur nuwun kembali😉 slmt ya uda lulus. btw, syukur itu gampang diucapkan, dituliskan, tapi sangat susah utk dijalankan, wong aq wae masih jauh dari bersyukur (hiks…). mari qta belajar bersama di mata kuliah ini, dan smg ALLAH SWT meluluskan qta. amien.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: