tips tpa

Sekedar berbagi.. Saya sudah berkali-kali ikut TPA (Tes Potensi Akademik) dan akhirnya hapal dengan tipikal soalnya. Meskipun saya seringkali gagal dalam melamar kerja (biasanya saya ikut TPA sebagai bagian dari proses lamaran pekerjaan), tetapi proses kegagalan saya bukan di TPA, melainkan di tes wawancara, seperti pengalaman saya di sini. Jadi, saya coba berbagi pengalaman saya ikut TPA, siapa tahu berguna buat penjenengan semua. Semoga bermanfaat. Ini tips-nya.

  1. Hapalkan pecahan sebagai ganti dari desimal. Sering soal menggunakan jebakan desimal yang dicampur dengan pecahan. Misal soal 0,375 x 1 1/3. Nah, kalo dihitung secara biasa kan pasti puyeng, lagian ngabisin waktu, jadi akan lebih cepat kalo dihitung dengan cara pecahan murni yaitu 3/8 x 4/3. Tinggal coret sedikit, ketemu hasilnya 1/2. Kalo soal pembagian, tinggal dibalik saja angkanya. Kalo pilihan jawaban dalam bentuk desimal, tinggal di-convert aja pecahannya. Hapalin 1/2 sampe 1/9 dalam bentuk desimalnya, jadi otomatis kalo ada angka yang bukan pecahan itu bisa dicari dalam bentuk pecahannya. Intinya, hitunglah soal angka yang isinya campuran dalam bentuk PECAHAN, pasti akan jadi lebih mudah.
  2. JANGAN MENCARI jawaban yang paling benar, tapi PILIH jawaban yang paling benar. Misalnya kalo ada soal 99 x 499. Kalo dihitung semua, pasti butuh waktu lama. Akan lebih cepat kalo dihitung 100 x 500, hasilnya kan 50.000. Nah, di jawaban, cari aja yang paling dekat dengan jawaban. Pasti bener deh.
  3. Soal TPA didesain sangat sulit, tidak mungkin digarap dengan benar semuanya, kecuali oleh orang yang benar2 jenius. Makanya, kalo ada soal yang sulit, ditinggal aja. Tingkat kesulitan soal biasanya menjebak.Kurva tingkat kesulitan soal biasanya kaya kurva di samping. Pertama nggarap, enak, gampang. Sampe di tengah, jadi sulit. Nah, jangan terjebak di sini. Kalo ada yang sulit, lewatin aja, garap yang belakangnya. Biasanya bagian belakang lebih mudah. Banyak orang yang terjebak, kehabisan waktu, dan akhirnya mandek di tengah karena memang bagian ini yang sulit. Garap semua yang bisa dulu, kalo dah rampung baru garap bagian yang masih kosong.
  4. Untuk soal yang berhubungan dengan kata, cara paling mudah adalah membaca koran terbitan nasional. Jangan lokal, karena bahasa yang digunakan sering tidak baku dan kurang obyektif. Baca Kompas atau Republika, itu contoh baik.
  5. Berdoa, hehe… Gutlak ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: