kenapa beribadah berjamaah?

Pertanyaan ini sering terlintas dalam benak saya. Hampir semua agama menganjurkan penganutnya untuk berjamaah dalam melaksanakan ibadah. Pertanyaannya: kenapa? Memang ada jawaban yang mengatakan bahwa karena sudah ada hadist-nya, atau perintah dari Tuhan atau Rasul. Dalam Islam, dikatakan pahala orang yang sholat berjamaah adalah 27 kali lipat pahala orang yang sholat sendirian. Tetapi, itu jawaban yang kurang memuaskan menurut saya. Saya ingin mencari jawaban secara akal sehat, dan saya yakin bahwa jawaban dari akal sehat tersebut akan sama dengan jawaban di atas, karena kitab suci adan tuntunan Rasul tidak mungkin salah. Yang saya ingin tahu adalah sebabnya dari sudut pandang ilmu pengetahuan, dan jawaban dari sudut pandang itu (saya yakin) justru akan memperkuat keimanan kita.

Dan akhirnya, saya mendapat jawaban (tentu saja ini menurut sudut pandang saya yang sangat subyektif) setelah membaca bukunya Dan Brown yang judulnya The Lost Symbol (IMHO, Angels and Demons is better, hehe…). Jawaban saya juga memperkuat kenapa dalam beribadah kita dianjurkan untuk berjamaah, sesuai perkiraan saya di depan. Here is the explanation below.

So, setiap benda pasti mempunyai massa, sekecil apapun. Konsep ini berlaku secara universal, bagi semua benda dalam alam semesta. Dan setiap benda yang mempunyai massa akan mempunyai gaya tarik atau gravitasi, sekecil apapun itu. Pikiran; apakah pikiran mempunyai massa? Bila kita mengikuti konsep di atas, pasti jawabannya ya, meskipun sangat sangat kecil. Jadi, pikiran juga memiliki gaya gravitasi, yang akan dapat menarik massa lain. Nah, dalam beribadah, kita menggunakan pikiran kita, memfokuskan pada Tuhan untuk menyembah dan memohon pertolongan. Logikanya, bila kita melaksanakannya sendiri, memang akan dikabulkan oleh Tuhan (anggap saja terkabulnya permohonan adalah didapat karena gravitasi yang timbul oleh pikiran kita saat beribadah), namun waktunya akan lama karena gravitasi yang timbul sangat sangat kecil. Lain halnya bila kita beribadah secara berjamaah; pikiran-yang-terfokus dalam dalam jumlah banyak akan menambah massa, dan otomatis akan menambah besar gaya gravitasi. Semakin banyak jamaah, semakin besar gravitasi yang timbul. Ditambah dengan kekhusukan karena adanya teman dalam beribadah yang akan menambah massa pikiran karena lebih fokus, secara akumulatif massa yang ada akan berlipat jumlahnya daripada bila kita beribadah sendirian (sudah gitu, kadang juga nggak khusuk). Thus, gaya gravitasi yang timbul otomatis akan lebih besar juga, sehingga kemungkinan permohonan untuk dikabulkan oleh Tuhan akan makin besar. Tidak heran setiap agama menganjurkan umatnya untuk beribadah secara berjamaah. Saya jadi merinding membayangkan Mekkah dalam musim haji, yang dikunjungi 2 juta jamaah, untuk melaksanakan satu ibadah dengan fokus pikiran yang sama; pasti luar biasa sekali aura yang ditimbulkan.

Dan, yup, memang perintah untuk beribadah secara berjamaah dapat dijelaskan dengan mendasarkan pada kitab suci dan Rasul, serta dibenarkan dengan logika. See, kitab suci tidak pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan, tetapi ilmu pengetahuan yang ada justru akan membenarkan semua hal yang ada dalam kitab suci. Bila tidak cocok, maka ada dua kemungkinan: pertama, kitab suci sudah tidak otentik lagi; kedua, ilmu pengetahuan yang ada belum mampu untuk menjelaskan kitab suci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: