tes wawancara

Bagi beberapa orang, tes wawancara dalam melamar pekerjaan merupakan momok, karena tidak pernah lulus. Bagi saya juga, karena saya tidak penah lolos dalam tes wawancara. Jadi, kenapa saya bisa mendapat pekerjaan? Mungkin itu yang jadi pertanyaan sampeyan. Bukan, saya bukan menyuap ataupun punya koneksi, tetapi saya mendapat pekerjaan saya yang sekarang karena memang tidak ada tes wawancara dalam seleksinya. Aneh? Bukankah setiap lowongan pekerjaan pasti ada tes wawancaranya untuk memastikan bahwa user tidak salah pilih? Yah, entahlah, tapi negara tidak memerlukan wawancara dalam mencari pegawai, sehingga loloslah saya jadi birokrat, hehehe… Bila ada tes wawancaranya, entahlah apa yang terjadi.

Setidaknya, ada tiga tes wawancara yang pernah saya ikuti; di perusahaan-perusahaan yang cukup besar karena saya juga sedikit pilih-pilih (mmm.. gak ada salahnya kan, karena saya juga masih baru lulus, jadi pengen kerja yang langsung jadi pegawai tetap dan gajinya besar). Pertama, di perusahaan dealer sepeda motor, PT. Nusantara Sakti. Tes administrasi lolos, tes psikologis lolos, dan akhirnya tes terakhir, wawancara dengan user. Bila lolos, maka saya diterima kerja. Pertanyaan pertama sih biasa-biasa saja, dan pertanyaan terakhir adalah: “bila Anda ditempatkan di luar Jawa, Anda mau atau tidak?” Dengan pede saya jawab tidak, karena saya lebih suka di Jawa. Silakan kalo sampeyan mau tertawa, tetapi memang itulah kenyataannya. Pulang wawancara, saya langsung ke kantor (karena status saya masih nyambi di sebuah konsultan, bukan pengangguran murni), bertemu dengan atasan, dan ditanya bagaimana wawancaranya (tentu saja saya ijin dengan atasan langsung, dan dia ok saja, karena menyadari bahwa konsultan tidak bisa menjanjikan status sebagai pegawa tetap –hanya tenaga kontrak saja). Saya jawab saja dengan jujur seperti itu, dan komentarnya: wahahaha, dasar gondes, kuwi mung jebakan tok. Ora mungkin ditempatke nang luar jawa, kuwi cuma pengen takon komitmenmu nggo perusahaan. Kudune mbok jawab siap wae, mesti bakalan ditrima. Wis tunggu wae, kowe ora bakal lulus. Takdirmu ki nyugihke aku, hahahaha… Asem tenan, saya malah diketawain kaya gitu. Pertama saya yakin kalo bos saya itu cuma bohong dan itu hanya kekhawatiran karena akan kehilangan anakbuah yang berbakat. Tetapi, akhirnya dia yang bener. Saya tunggu-tunggu panggilannya selama dua minggu, tetapi ternyata tidak datang. Ya sudah, akhirnya gagal deh. Terus waktu teman saya ikut tes disitu dan wawancara, saya kasih tipsnya; dan diterima deh dia. Semprul…

Tes kedua, di BRI. Ada beberapa tahap. Tahap pertama, administrasi. Lulus. Tahap kedua, tes lihat. Yup, cuma dilihat aja proporsi tubuhnya, tinggi badan, sama berat. Mbuh buat apaan. Lulus (apa ini berarti saya dianggap ganteng, entahlah, hehe…). Tahap ketiga, tes potensi akademik. Ini sih dah sering ikut. Lulus. Tahap keempat, psikotes. Macem-macem, isine ada tes konsistensi, trus ngetung angka dari bawah ke atas, nggambar orang, nerusin gambar, yah gitu deh. Lulus. Tahap kelima, wawancara sama psikolog. Ini yang GAGAL. Padahal kalo lulus, tinggal wawancara sama user dan tes kesehatan. Entah kenapa, di tes wawancara saya gagal lagi.

Tes ketiga, di PT. Konimex. Daftar pas ada bursa kerja. Tahap pertama, tes potensi akademik. Lulus (lagi). Tahap kedua, tes latihan diskusi dalam forum. Ini juga lulus. Tahap ketiga, wawancara, di Solo. Wah, macam-macam ditanyain di sana. Jujur aja, jadi pusing jawabnya, akhire dijawab sebisanya. Formasi yang saya lamar kan Overseas Business Officer (mbuh artine apaan). Nah, waktu ditanya apa yang anda ketahui tentang posisi ini, ya jelas saya nggak ngerti. Itu kesalahan pertama. Ditanyain lagi kenapa milih posisi itu, dan saya jawab karena selain bekerja saya juga ingin berada di luar negeri sekalian jalan-jalan (silakan tertawa, konyol memang.. yang ngewawancara juga ketawa kok). Itu kesalahan kedua. Selanjutnya ditanya jika saya ditempatkan di Timor Timur dan tidak ada kenalan di sana, apa yang akan saya lakukan. Saya jawab akan pergi ke Kedubes atau Konjen dan meng-establish jaringan di sana. Lha kok malah dicecar bagaimana caranya meng-establish jaringan, sedangkan kenalan saja tidak ada. Waduh, sulit banget pertanyaannya, jadi saya jawab ngawur (dah lupa apa jawabannya). Yup, kesalahan ketiga. Trus ditanyain lagi berapa gaji yang Anda minta, dan saya jawab lima juta bersih, tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi. Dicecar lagi, kenapa menghargai diri saya setinggi itu, padahal masih muda, belum punya pengalaman, dan tidak punya jariangan. Waduh, sulit lagi, dan saya jawab ngawur lagi. Itu kesalahan keempat. Mungkin akhirnya si pewawancara cape ngadepi saya, sehingga ujung-ujungnya bilang “Wah, Anda masih mentah ya di bidang ini”. Duh, alamat gagal lagi ni. Dan akhirnya memang benar, GAGAL.

Untung aja daftaran PNS kemarin tidak ada tes wawancara, hehehe… Nasib saya yang beruntung ataukah nasib negara yang tidak beruntung (karena mendapat pegawai seperti saya), entahlah…

5 Comments

  1. rudi said,

    August 25, 2010 at 21:37

    wkwkwkwkwk, kok pengalamane hampir sama to mas,bedanya waktu aku seleksi cpns ada wawancara psikologi, karena dah pengalaman dengan kegagalan wawancara sebelumnya yang berusaha mengikuti saran atau tips dari berbagai sumber pas wawancara seleksi cpns aku ga peduli tips atau saran-saran, aku jawab sekenanya eee lha kok malah diterima…

  2. ghani said,

    September 12, 2011 at 23:56

    hahahaha ngakak saya bacanya… yg jelas saya makasih bgt udh dibikin sedikit ngeh garis besar buat tes wawancara besok pagi di konimex. thx a lot buat sharingnya..

  3. aini said,

    October 13, 2011 at 02:36

    haha..kayaknya yg cerita pertama aq pernah denger dari pak Bos mas😀
    eeh..tapi endingnya bagus..jadi pegawai Negara..haha..nasib negara nih mas punya pegawai seperti sampeyan..*nasib baek buat negara maksudnya😛

    selamat buat double degree nya ya..
    doain semoga nasib baiknya nular ke aq

  4. January 6, 2015 at 15:07

    lucu banget….😀

  5. Fr Lies said,

    July 11, 2016 at 01:01

    Haaaa….. ngakak aku baca yg tes di Konimex , susah ya ……..?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: