rebutan (calon) PTN

Di daerah saya ada satu universitas swasta, namanya Universitas Panca Sakti, biasanya disingkat UPS. Lebih hebat dari Trisakti lho. Kenapa, ya karena Trisakti kan tri, cuma tiga; sedangkan Panca Sakti kan panca, jadi lima deh, hehehe… OK, enough for the joke, sekarang saatnya yang beneran.

Ada wacana bahwa UPS mau jadi universitas negeri, dan syarat untuk itu adalah minimal luas kompleks kampusnya 30 hektar. Selama ini, luasan yang dimiliki hanya kurang dari 4 hektar, jadi masih banyak kekurangan. Nah, dengan statusnya sebagai (calon) PTN, maka UPS jadi seperti gadis cantik bunga desa yang menarik minat untuk dipinang. Setidaknya ada tiga pemerintah daerah yang berminat untuk meminang UPS: Pemkot Tegal, Pemkot Brebes, dan Pemkab Tegal. Semuanya sangat bernafsu, karena daya ungkit PTN yang sangat besar. Banyak dampak ikutan yang terjadi bila suatu daerah memiliki PTN, karena jangkauannya yang memiliki lingkup nasional. Bisa dipastikan ekonomi kawasan akan berkembang, setidaknya dari penyediaan tempat kos, jasa (rumah makan, rental komputer, warnet, dan jasa pelengkap lain), dan perdagangan yang pada akhirnya akan menjadi generator pertumbuhan. Bisa dikatakan, PTN merupakan suatu growth pole yang akan menggerakkan sektor ikutan lain, tanpa pemerintah perlu melakukan intervensi langsung untuk menggerakkannya. 

Di sisi lain, pada tahun 2007 (kalo gak salah) telah dilakukan pemeringkatan PTS-PTS yang ada, yang sekiranya berminat untuk menjadi PTN. Dari pemeringkatan tersebut, UPS memiliki nilai yang tinggi dan dianggap layak untuk menjadi PTN, dengan beberapa prasyarat yang harus dipenuhi, diantaranya ketersediaan luasan kompleks kampus. Bila hal tersebut dapat dipenuhi dan ada kemauan dari pihak Yayasan UPS untuk mennjadikan UPS sebagai PTN, maka rasanya tidak akan ada halangan, mengingat proses lobi juga sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu.

So, Pemkab Tegal punya dua saingan untuk menarik UPS (bila menjadi PTN) agar mau menempati daerahnya. Pemkot Tegal jelas mempunyai kepentingan karena UPS sudah menjadi salahsatu landmark Kota Tegal, dan menjadi generator pertumbuhan ekonomi wilayah. Pemkab Brebes juga membutuhkan UPS untuk dijadikan sebagai pemacu pertumbuhan; alasan yang sama dengan Pemkab Tegal. Semua berminat, dengan alasan yang sama. Karena hanya ada satu UPS, maka ketiga pemda tersebut harus bersaing untuk menarik UPS ke daerahnya.

Posisi tawar UPS sekarang jauh lebih tinggi daripada posisi tawar pemda, sehingga pemda-lah yang harus menawarkan diri untuk melamar UPS. Kebutuhan dasar UPS untuk menjadi PTN adalah luas kompleks kampus minimal 30 hektar. Hal ini merupakan jualan utama pemda untuk menarik UPS. Pada dasarnya, tiap pemda juga berminat, dan hanya membutuhkan komitmen politik dari kepala daerah untuk mengajukan lamaran pada UPS. Tetapi, bila Pemkab Tegal hanya menawarkan komitmen dengan syarat yang memberatkan dan hanya secara lisan saja, maka hampir dapat dipastikan bahwa UPS akan lari dari Kabupaten Tegal. Dibutuhkan komitmen yang ditindaklanjuti dengan langkah konkrit untuk mewujudkan mimpi adanya PTN di Kabupaten Tegal. Tawaran tanah saja tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan tawaran lain, misalnya jaminan ketersediaan prasarana (jalan, drainase, air bersih, persampahan, saluran limbah, dan telekomunikasi) serta pasokan listrik. Dibutuhkan koordinasi yang mantap dan terarah untuk melaksanakan hal tersebut. Mudah diucapkan, tetapi sangat sulit dilaksanakan. Bila perlu, dapat dibentuk tim untuk melakukan lobi pada pihak UPS dan melakukan akselerasi koordinasi untuk menjamin adanya tambahan fasilitas bagi UPS. Tujuan akhirnya adalah agar UPS membangun kompleks kampusnya di wilayah Kabupaten Tegal.

Pemkab Tegal sudah kalah satu langkah dari Pemkab Brebes dalam pembangunan kawasan berikat. Pada bulan September 2009 Grup Bakrie menandatangani komitmen pembangunan kawasan berikat di Kabupaten Brebes. Survei lokasi awal dilaksanakan di Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, tetapi keputusan untuk membangun kawasan berikat adalah pada Kabupaten Brebes. Kabupaten Tegal dianggap kurang memiliki komitmen untuk menjamin ketersediaan tanah, dan inilah yang menjadi sebab utama larinya pembangunan ke Kabupaten Brebes. Mengingat impact perguruan tinggi negeri yang sangat besar dan berdampak langsung pada masyarakat, maka patut ditunggu komitmen dari Pemkab Tegal; apakah akan serius mengejar peluang yang ada, ataukah hanya pasif menunggu. Change, before you have to..!!!

1 Comment

  1. masmpep said,

    September 30, 2009 at 12:04

    tegal memang perlu punya PTN mas. biar banyak mahasiswa luar daerah yang masuk tegal. membuat tegal dinamis, dan keminclong dengan mahasiswi2nya….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: