pelayanan prima

Saya seorang birokrat, dan bekerja dalam kultur birokrasi. Banyak orang yang berpandangan bahwa kinerja birokrasi bobrok; dan saya juga mengakui hal itu. Banyak komplain yang mengemukakan bahwa pelayanan yang diberikan tidak prima, padahal tugas utama birokrasi adalah melayani masyarakat. Pelayanan prima hanyalah slogan, dan sering tidak tepat sasaran. Thus, pokoknya banyak lah keluhan yang ada. Saya jadi berpikir, bisa tidak sih, birokrasi memberikan pelayanan yang (yah, setidaknya mendekati) prima pada masyarakat? Apa kerja birokrasi hanya rutinitas saja, dan formalitas untuk membuat SPJ?

Saya menemukan momen untuk mencoba melayani masyarakat dengan baik beberapa waktu yang lalu. Pada dasarnya, instansi tempat saya bekerja merupakan lembaga teknis daerah yang jarang berhubungan dengan masyarakat secara langsung. Tetapi, pada tahun ini ada kegiatan yang bisa mempertemukan dengan masyarakat, yaitu FGD klaster. FGD tahun ini mengambil tema pengembangan batik tegalan sebagai usaha meningkatkan daya saing daerah. Untuk itu, diadakan diskusi dan pelatihan selama dua hari. Materi disampaikan oleh narasumber dari politeknik batik di Pekalongan, sebagai pihak yang kompeten. Nah, yang jadi masalah, kami (saya dan tim, termasuk atasan saya) takut bila acara FGD tersebut hanya merupakan acara formalitas saja; tidak ada manfaat yang bisa diambil. So, muncul pemikiran: kenapa kita tidak mencoba untuk memberikan pelayanan full coverage pada peserta? Semua ditanggung Pemda, mulai dari antar-jemput, snack, makan siang, materi, uang saku, hingga bahan pelatihan membatik. Tidak masalah capek sedikit, yang penting peserta merasa puas, dan tujuan FGD tercapai. Menurut konsepsi orang Jawa, dalam melakukan sesuatu kita bisa memilih mau cari jenang atau cari jeneng. Cari jenang berarti cari uang (alias mbati, dan imej ini sudah melekat pada birokrasi); sedangkan cari jeneng berarti cari nama baik (dengan memberikan pelayanan yang memuaskan). Kami coba mengambil pilihan yang kedua, yaitu cari jeneng.

Lalu kami membagi tugas; siapa yang bertugas menjemput peserta, menyiapkan materi, menyiapkan akomodasi, menyiapkan bahan praktek, dan menerima narasumber. Semua ikut terlibat dan berkontribusi. Akhirnya, acara 2 hari dapat terlaksana dengan sukses. Yang membuat saya terharu, pada akhir acara (setelah penutupan), para peserta semuanya bangkit dan menyalami saya sebagai perwakilan panitia. Serrr, rasanya terharu hati saya. Baru kali ini saya mengalami pelatihan yang diadakan oleh Pemda, dan ditutup dengan salaman antara peserta dengan panitia. Rasa lelah menyiapkan pelatihan selama seminggu sebelumnya menjadi hilang, tergantikan dengan rasa bangga, senang, sekaligus puas. Bener-bener mengharukan. Meskipun memang masih ada kekurangan, tetapi masih dalam batas toleransi. Apalagi waktu dengar cerita dari yang nganterin peserta pulang, bahwa banyak peserta yang tanya: kapan lagi ada pelatihan yang seperti ini. Ah, ternyata memberikan kebahagiaan pada orang lain juga dapat memberikan kebahagiaan pada diri kita sendiri; bahkan kebahagiaan itu berlipat ganda.

4 Comments

  1. teguh said,

    August 29, 2009 at 14:17

    jangan se-seran dulu, mas. Perjuangan masih panjang. Selagi kita punya kuasa, perlu rasanya otoriter untuk membela masyarakat untuk mendapat sesuatu yang lebih dari Pemerintah. Sokong bendera bappeda untuk memberi kesempatan pembatik membuat rekor 13.000 lembar batik yang akan dipakai para birokrat

  2. semuayanggurih said,

    August 31, 2009 at 09:18

    sepakat mas…!!!

  3. uwesqr said,

    September 2, 2009 at 10:39

    di, jumat kita kumpul lagi

  4. uwesqr said,

    September 2, 2009 at 11:02

    di di sosbud ada kajian mengenai batik, kita kumpulkan skpd yg manangani batik, biar sejalan sinkron dan efisien penganggarannya , bukan jumat tapi kamis di


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: