komunitas pedagang kaki lima

Sampeyan tahu pedagang kaki lima yang sering ada di keramaian-keramaian itu kan? Yang jualan macem-macem itu; dari martabak telur, pisang molen, mainan anak-anak, arum manis, dvd bajakan, sampai kaos sablon dan bantal-guling. Saya tahu bahwa mereka ikut dimanapun ada keramaian. Yang saya baru tahu, ternyata di Tegal (menurut cerita seorang teman) ada paguyuban komunitas pedagang kaki lima tersebut; di daerah Kramat, tepatnya saya belum mengerti di mana. Komunitasnya terorganisir dengan baik. Ada yang bertugas mencari rencana acara keramaian (seperti rencana pelantikan Kepala Desa, acara hajatan, dan acara pasar malam), ada yang tugasnya survei awal lokasi, dan ada yang sebagai pengurus harian. Bila ada acara keramaian, lalu dikabarkan pada anggota, dan bersama-sama dalam satu rombongan datang, jualan di situ. Rame deh pokoke. Komunitas itu bahkan berhubungan baik dengan komunitas serupa dari daerah lain, sehingga terjadi tukar-menukar informasi yang saling menguntungkan.

Dalam konteks pembangunan daerah, komunitas seperti ini patut dijadikan pertimbangan dalam memotret kondisi riil suatu wilayah. Data yang mereka miliki bersifat real-time, dan tidak hanya data tabular seperti yang dikeluarkan BPS. Lebih jauh lagi, komunitas ini dapat memotret hal-hal yang abstrak dan tidak dapat dikuantitatifkan, seperti persepsi dan preferensi masyarakat di suatu daerah. Bingung? OK, ini contohnya. Data BPS hanya dapat memotret kondisi suatu daerah secara makro, secara kuantitatif; dalam hal ekonomi biasanya melalui PDRB, garis kemiskinan, dan koefisien Gini. Tetapi, publikasi tersebut tidak dapat memotret pola pikir masyarakat di daerah tersebut. Komunitas pedagang kaki lima memiliki data yang valid mengenai hal ini, misalnya kondisi di Desa A yang masyarakatnya kaya tetapi kurang suka belanja sehingga tidak prospektif, ataupun Desa B yang masyarakatnya tidak begitu kaya namun cenderung konsumtif sehingga berprospek cerah. Bila di kedua desa ini ada keramaian dalam waktu yang sama, komunitas pasti akan memilih datang ke Desa B. Bila data yang digunakan hanya data BPS, pasti komunitas akan datang ke Desa A. Namun tentu saja hasil akhirnya akan berbeda, karena potensi pendapatan di Desa B lebih besar, meskipun bila dilihat dari sudut pandang ekonomi masyarakatnya lebih rendah daripada Desa A.

Potensi ini –paguyuban-paguyuban yang ada di Tegal— seyogyanya dapat dilibatkan dalam proses pembangunan. Setidaknya, mereka dapat dilibatkan dalam memberikan masukan untuk menyusun rencana pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten akan mendapat masukan yang bersifat kualitatif, menjelaskan pola pikir dan preferensi masyarakat, yang sangat up-to-date. Dengan bergesernya paradigma pembangunan menjadi berbasis pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan komunitas, adanya paguyuban-paguyuban tersebut merupakan potensi untuk memotret kondisi masyarakat secara real-time. Menjadi keputusan Pemkab untuk melibatkan (atau tidak melibatkan) paguyuban-paguyuban tersebut dalam merencanakan pembangunan daerah.

3 Comments

  1. masmpep said,

    August 13, 2009 at 08:36

    banyak orang yang dibesarkan oleh komunitasnya mas. ini petitih sederhana yang kita pelajari dalam PPKn dulu: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. nah, ‘gotong royong’ menemukan momentumnya di sini.

  2. semuayanggurih said,

    August 13, 2009 at 11:50

    makanya mas, ayo kita perkuat komunitas. baik lagi bisa jadi pressure group buat pemerintah. memang ada risiko (bisa dipindah kemana-mana yang aneh-aneh), tapi untuk sebuah kebenaran, saya yakin pada akhirnya kita akan mendapat apresiasi

  3. March 5, 2010 at 20:15

    spakat mas, perkuat komunitas. nuwun http://www.rangselbudi.wordpress.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: