warung kejujuran yang bangkrut

SILAKAN MELAYANI SENDIRIDi kantor saya ada warung kejujuran, seperti postingan saya di sini. Masih ada, tetapi yang menyedihkan ternyata kondisinya sekarang sedang kolaps. Dari modal awal sekitar 1,2 juta, sekarang hanya tersisa sekitar 600 ribu saja dalam bentuk barang dan cash. Sedih, hiks… Di awal berdirinya sempat laba, bahkan lumayan, hingga 100 ribu per bulan. Tapi, happy beginning itu hanya bertahan sekitar 6 bulan saja. Kondisi sekarang… ah, jadi ingin nangis rasanya. Saya tidak tahu apa yang menyebabkan warung kejujuran itu kolaps. Semoga saja sih karena ada yang utang tapi belum sempat bayar entah karena lupa atau nunggu bayaran (yah, itu sih versi khusnudzon). Yang saya takutkan adalah kalau warungnya kolaps karena banyak yang ambil tapi tidak bayar alias nyolong (ah, semoga bukan versi suudzon ini yang terjadi). Tempat kerja saya sebagai birokrat memang sering dicap sebagai sarang koruptor yang mencuri uang negara, tetapi semoga hal ini tidak terjadi pada warung yang menjadi indikator nurani. Sedih…

1 Comment

  1. masmpep said,

    July 2, 2009 at 11:17

    tak perlu frustasi kawan. ketika kita berbuat, kewajiban intelektual kita telah gugur. berhasil atau tidak, yang penting pernah berbuat. tak banyak orang mau berbuat hari-hari ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: