pdrb hijau

PDRB jenis apalagi ini? Saya juga bingung waktu pertama kali mendengar tentang pdrb hijau, dari seorang teman (teman kuliah dulu) yang bertugas di bappeda brebes. Dia habis ikut pelatihan tentang PDRB jenis ini. Penasaran, saya lalu coba ngangsu kawruh ke dia.

Intinya, PDRB hijau adalah dana yang (potensial) didapat atau dikeluarkan bila suatu aktivitas dilakukan. Konsep ini berkaitan erat dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Bingung dengan pengertian tadi? Yah, itu karena saya juga ngawur membahasakan dengan bahasa saya sendiri, hehe… dan saya memang kurang pintar dalam menyusun kata-kata indah. Anyway, contoh PDRB hijau sebenarnya tidak terlalu sulit. PDRB yang kita hitung itu (dihitung oleh BPS sebenarnya), seringkali disebut dengan PDRB coklat (karena warna uang cenderung coklat). Sedangkan PDRB hijau adalah PDRB yang berkaitan dengan sumberdaya alam. Misalnya ada suatu penggalian sirtu (pasir batu). Orang yang menggali akan mendapat uang sebagai upah, juragan juga akan mendapat uang sebagai laba, dan Pemda akan mendapatkan uang sebagai retribusi atau pajak galian. Nah, uang itu yang masuk dalam perhitungan PDRB oleh BPS; PDRB coklat, yang riil. Sebenarnya, ada satu jenis PDRB lagi, yaitu biaya yang harus dikeluarkan untuk memulihkan kondisi alam yang berubah karena eksploitasi yang dilakukan. Nah, ini yang biasanya disebut sebagai PDRB hijau.

Jujur saja, dalam kondisi sekarang, banyak Pemda yang mempersilakan untuk dilaksanakan eksploitasi di daerahnya, dengan kata sakti: “menambah PAD”. Padahal, belum tentu biaya yang didapat sekarang akan lebih profitable daripada biaya untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi. Intinya, Pemda harus waspada agar eksploitasi yang dilakukan tidak merusak ekosistem yang ada. Eksploitasi secara berlebih justru akan merusak lingkungan, dan biaya untuk memulihkan lingkungan yang rusak bisa jadi lebih besar daripada PAD yang disumbangkan. Memang sulit untuk menahan godaan rezim kekuasaan yang hanya berumur 5 tahunan, sehingga peningkatan PAD merupakan alat kampanye yang pas untuk jualan. Di sisi lain, instrumen untuk menghitung PDRB hijau juga masih terbatas, sehingga relatif sulit untuk mengetahui berapa potential loss yang dihadapi. So, jalan terbaik untuk saat ini adalah mencoba untuk mengontrol eksploitasi agar tidak berlebihan sekaligus mencoba menyusun instrumen untuk menghitung PDRB hijau. Perlu diingat, bumi ini bukan milik kita, tetapi merupakan pinjaman dari anak cucu kita.

4 Comments

  1. suhu-mu said,

    July 1, 2009 at 08:19

    “Bareng ndelok duit ae, motone langsung ijo” .

    Jadi, Bos, jan-jan-e, sing bener ki, PDRB ijo opo coklat sing bau2 duit?😀

    wah..wah.. sekarang semuanya GO GREEN. elok tenan…

  2. semuayanggurih said,

    July 2, 2009 at 07:29

    for suhu: yang bau-bau duit ya pdrb coklat mas, duit kan warnane coklat. pokoke, keep the earth green lah

  3. namaku Lucu said,

    November 19, 2009 at 18:57

    terima kasih atas penjelasannya yang singkat n gamblang.
    tidak terlalu sulit memahami PDRB hijau..ngono wae dosenku prof A comentar bw perhitungan PDRB hijau iku angel tenan..angel apane..sing nggawe anggel yo kumpulan poro profesor iku..rakyat cilik kan cuman dherek aken bapak2 yang terhormat..hehehhehe
    matur nuwun suhu…

  4. semuayanggurih said,

    November 23, 2009 at 09:31

    @namaku lucu: wah, kalo menghitungnya sih memang sulit. banget. sampe sekarang juga masih sedikit ahli yang bisa ngetung biayanya. intinya sih, jangan sampai menyesal di masa datang. contoh mudah, waktu jaman 1998 dulu banyak hutan ditebang. sekarang baru terasa dampaknya kan, dan duit yang keluar untuk memulihkan bencana dan hutan yang gundul itu justru lebih banyak daripada duit yang diperoleh dulu. btw, tulisan di atas cuma sedikit kok. tapi semoga bisa bermanfaat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: