makan karet

Sampeyan pernah makan karet nggak? Beberapa waktu yang lalu, hampir saja saya makan karet. Waktu itu sarapan pagi, dan lauknya mi goreng. Saya sendiri karena seorang pecinta mi, lebih memilih mi sebagai sarapan; dan tidak mengambil nasi. Saya kunyah-kunyah, kok ada mi yang gak hancur-hancur. Aneh banget, mi apaan ini? Tetap saya kunyah aja, tapi lama kelamaan kok rasanya jadi aneh; hambar. Wah, pasti ada yang salah dengan mi yang saya makan ni. Dan ternyata benar, waktu saya keluarkan, ternyata ada karet yang warnanya mirip banget sama mi yang saya makan. Reaksi saya yang pertama adalah bersyukur, alhamdulillah matur nuwun Gusti, saya belum nelan tu karet. Jadi takut mbayangin, gimana kalo karet itu masuk ke perut saya, digilas oleh lambung dengan asam lambung yang kuat, terus diserap oleh usus. Hi…. bisa-bisa masuk rumah sakit. Kan gak keren kalo diklat saya harus mandek gara-gara nelan karet. Ternyata saya masih dilindungi oleh Gusti Allah. Alhamdulillah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: