tipu menipu angka

Saya jadi teringat sebuah talkshow di televisi beberapa hari lalu (entah dimana, saya lupa stasiunnya). Talkshow itu mengutarakan hasil survei dan statistik yang digunakan sebagai alat kampanye beberapa parpol, sekaligus digunakan juga sebagai alat untuk kounter-kampanye yang dilakukan (juga) oleh beberapa parpol. Saya sih tidak tertarik dengan kampanye itu, tetapi lebih tertarik dengan data (statistik) yang digunakan sebagai alat kampanye dan (kounter kampanye). Menarik, karena ternyata data yang sama bisa digunakan untuk menceritakan keberhasilan (bagi partai yang melaksanakan kebijakan), sekaligus kegagalan (versi partai oposisi). Saya baru ngeh bahwa statistik merupakan suatu senjata; yang berbahaya atau tidaknya tergantung pada yang menggunakan. Seperti pisau, bisa berguna bila digunakan oleh seorang chef untuk memasak hidangan, ataupun bisa menimbulkan bencana bila digunakan untuk merampok. Gong yang sangat membekas pada hati saya adalah pada saat seorang panelis mengemukakan suatu pernyataan yang sangat menohok: STATISTICS CAN NOT LIE, BUT STATISCIANS CAN. Wow, nonjok banget tu.

5 Comments

  1. piz said,

    April 4, 2009 at 14:59

    Hmmm…..sedikit beda sama prinsip saya…
    siapa pun itu boleh salah…tapi gak boleh bohong!
    Hehehehhehehehe…..

  2. taqi said,

    April 6, 2009 at 12:00

    “berkatalah yang benar, tapi tidak semua kebenaran harus dikatakan”😉

  3. semuayanggurih said,

    April 7, 2009 at 15:46

    for piz: kayanya ada yang pernah bilang kalo itu buat akademisi. kalo buat birokrasi beda lagi: boleh bohong, tapi gak boleh salah, huahahaha…
    for taqi: tu quote sering km pasang waktu di milis milleplan ya. Imam Syafii kalo gak salah, bener gak? quote bagus, dalam banget artinya. siapa yang menguasai informasi akan menguasai dunia (ini quote-nya siapa, mbuh saya lupa. suntzu perhaps, dunno).

  4. wongggunung said,

    April 29, 2009 at 08:54

    Bagi aku yang dulu sering berurusan dengan angka2, masalah tipu menipu angka itu sih suatu hal yang tidak mengherankan. Makanya ada benarnya ungkapan panelis tadi. Tapi ada satu tambahan bahwa statistik adalah ilmu yang paling jujur, nyatanya kesalahan (error) diakui misalnya 1%, 5 %. Cuma oknum statiscian aja yang gak mau jujur kadang2 hipotesis tidak terbukti juga harus terbukti biar sesuai teori dan pesanan. Untung sekarang aku sudah bukan statiscian, walaupun dulu pernah melakukan hal yang sama. Ya Alloh ampunilah dosaku….

  5. LnddMiles said,

    July 23, 2009 at 01:10

    The best information i have found exactly here. Keep going Thank you


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: