simbiosis mutualisme bendung

Beberapa hari yang lalu saya berjalan-jalan melihat-lihat kondisi lapangan di daerah saya. Maksudnya sih buat “memotret” kondisi eksisting, untuk disikapi dalam bentuk kegiatan pemerintah pada tahun 2010. Istilah birokrasinya mencari program dan kegiatan prioritas yang mendesak untuk dilaksanakan dan berpengaruh pada orang banyak.

Dalam perjalanan, saya sampai di lokasi bendung tertua di daerah saya, Kabupaten Tegal. Namanya Bendung Danawarih. Sejarahnya, waktu Ki Gede Sebayu –pendiri Tegal— baru datang dari tlatah Mataram, hal yang pertama dilakukan adalah membendung sungai terbesar di Tegal: Kali Gung. Air bendungan kemudian dialirkan untuk mengairi sawah yang digarap oleh para pengikutnya. Yup, bahkan para pendahulu kita sudah menyadari bahwa pertanian merupakan kunci utama keberlangsungan suatu sistem sosial dalam masyarakat agraris yang saling bergotong-royong.

dsc005001Tetapi bukan itu yang ingin saya angkat dalam tulisan ini, melainkan simbiosis mutualisme –hubungan saling menguntungkan— antara Pemerintah sebagai penanggungjawab bendung dengan masyarakat sekitar. Bendung Danawarih memiliki beberapa pintu bendung dan saluran-saluran untuk mengalirkan air irigasi yang ada. Kewajiban Pemerintah adalah sebagai pemelihara, penjaga, dan mengalirkan air irigasi. Nah, masyarakat di sekitar bendung memanfaatkan pasir yang terbawa aliran air yang masuk bendung. Pasir itu bila dibiarkan akan merusak bendung; minimal menyumbat dan membuat dangkal saluran. Dengan diambilnya pasir oleh masyarakat, maka bendung menjadi bersih dari dangkalan, tidak tersumbat. Pemerintah untung karena masyarakat ikut menjaga keberlangsungan bendung dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk merawat bendung. Di sisi lain, masyarakat juga untung karena bisa bebas mengambil pasir dengan kualitas lumayan tanpa harus menyelam di dasar sungai yang deras; tinggal pakai sekop, dan pasir bisa diambil untuk kemudian dijual dan menjadi penghasilan.

Ah, memang indah bila ada saling pengertian seperti ini; kearifan lokal yang perlu dijaga untuk keberlangsungan pembangunan yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: