kenapa jadi pns?

Beberapa waktu yang lalu ada bukaan kerja untuk jadi PNS di Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota). Banyak teman saya yang ingin ikut. Saya tidak tahu apa motivasi mereka untuk ikut, karena setiap orang juga punya alasan sendiri. Sedangkan saya, sekarang sebagai birokrat, juga punya alasan untuk (dulu) ikut tes PNS. Simpel saja, saya ingin sekolah lagi, yang gratis. Waktu kuliah dulu, rasanya terlalu banyak main, senang-senang, dan kurang belajar (ah, tapi kalau nggak gitu, apa bedanya mahasiswa dengan anak SMA?). Sayangnya, penyesalan pasti selalu datang terlambat, dan saya baru menyadari bahwa saya begitu bodoh setelah saya bekerja (di konsultan waktu itu). So, muncul suatu keinginan untuk sekolah lagi, menambah ilmu, menebus kesalahan yang saya lakukan di masa lalu. Dan apesnya, biaya kuliah S2 mahalnya minta ampun. Dengan biaya sendiri jelas nggak mungkin, minta ortu apalagi.

Kesempatan terbesar untuk sekolah lagi dengan gratis ada 2 cara: dosen dan birokrat, karena banyak tawaran beasiswa ditujukan untuk kedua golongan tersebut. Jadi dosen kesempatan jelas lebih besar, karena setiap dosen bahkan didorong untuk sekolah lanjut. Hanya saja, saya sadar diri dengan kemampuan saya. Kasihan mahasiswanya kalau diajar saya. Bisa gak mudeng mereka. Dosennya gak mudeng, muridnya apalagi. Nanti mau dibawa kemana negeri ini? Yah, akhirnya jalan kedua yang coba saya ambil, lewat daftar lowongan PNS. Saya sempat tidak yakin mau jadi birokrat karena kata orang banyak nganggurnya, otak nggak dipakai. Mungkin ini juga jalan hidup, akhirnya saya lolos tes. Dan setelah menjadi birokrat, ternyata omongan orang juga tidak semuanya benar. Siapa bilang jadi PNS tu banyak nganggurnya? Bohong besar. Bila ada yang mengatakan begitu, maka hanya kasuistis saja. Ataukah mayoritas memang banyak yang nganggur dan justru saya yang jadi minoritas karena banyak tugas, entahlah.

Yang jelas, tawaran sekolah lanjut memang banyak, apalagi kalau sregep buka inet buat cari kesempatan. Saya juga telah mencoba, hanya saja belum diberi kesempatan Gusti Allah. Kegagalan paling baru adalah bulan Desember kemarin; lamaran saya lewat ADS ditolak. Yah, mungkin belum rejeki saya. Cari yang lain lagi aja, siapa tahu beruntung.

Nah, sekarang, pertanyaannya adalah: “apakah motivasi Anda ikut tes CPNS?”

4 Comments

  1. piz said,

    January 9, 2009 at 09:18

    motivasi saya jadi PNS? hmmm….boleh percaya ato gak…it’s in my blood…saya tumbuh besar makan beras jatah ibu sama bapak saya. dah hei….dudul2 begini ternyata niat saya cukup nasionalis lho! bring changes!
    maybe not now…but at least semoga niat saya dikasih jalan yg bener…masalah sekolah…saya emang niat bgt pengen sekolah…tapi kok gak kepikir kalo bakal lebih gampang kalo jadi PNS yah? mbuh ah….

  2. semuayanggurih said,

    January 9, 2009 at 09:42

    for piz: saya juga sama mbak, berasal dari keluarga birokrat. dulu pendukung golkar sejati, hehe… sedangkan tentang nasionalisme… NKRI adalah harga mati. oya, ternyata apply sekolah memang sulit, gak gampang. cuma berharap aja, dewi keberuntungan menyukai saya.

  3. taqi said,

    January 12, 2009 at 12:13

    segitunya ya jadi PNS?😀

  4. semuayanggurih said,

    January 12, 2009 at 12:37

    for taqi: yup, saya bersedia mengorbankan idealisme saya untuk sementara, demi sekolah lagi. yang penting, saya tidak terlalu larut dalam sistem. don’t fight the system, use it. right? sialan, sekolah mahal banget!!! met jadi pns juga, silakan nikmati sistemnya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: