PS 1

Kalau sampeyan mengira ini adalah kode rahasia, password komputer, ataupun nomor PIN kartu ATM saya, maaf saja, sampeyan salah besar. Ini singkatan dari PlayStation 1, mainan yang bikin saya kecanduan waktu kuliah dulu. Tentu saja mainnya nggak sendirian, tapi biasanya bersama dengan teman seperjuangan. Apalagi bila yang dimainin game Winning Eleven, walah… hampir semalam suntuk saya bisa begadang. Kenapa sih bisa kecanduan? Pertama, karena pengucapan bahasa jepang itu lucu (percayalah, itu benar; dan itu juga yang bikin saya jatuh cinta pada anime). Kedua, karena saya bisa ngilangin stress karena tekanan tugas kuliah yang menumpuk. Ketiga, karena saya bisa senang-senang dengan teman-teman (baca: ngece konco sing kalah). Keempat, karena gambar di Winning Eleven (dan gaya bermain sepakbolanya) lucu. Tapi tetap ada aturan tidak tertulis, bahwa untuk main game itu dilarang melakukan one-two (gerakan yang bikin lawan menjadi melongo, dan langsung kalah lari beberapa langkah di belakang).

Teman-teman saya juga mempunyai tim favorit masing-masing. Sebut saja Pattrick (ngakunya sih namanya itu, padahal dia asli Jepara, huehehe…). Tim favoritnya adalah Real Madrid, formasi 4-3-3, dengan Roberto Carlos dipasang sebagai striker sayap kiri. Jadi andalan tu si Carlos, padahal posisi aslinya bek. Maklum, power tendangannya luar biasa kencang. Tiap main pasti polanya ajeg; lewat tengah, terobos sayap kiri, shoot. Walaupun reaksi kiper bener, tapi hampir pasti gol karena cepatnya tendangan. Lalu Mas Gori yang asli Batang. Andalannya Arsenal, dengan Henry dan Kanu. Henry karena larinya yang kaya dikejar setan, dan Kanu karena posturnya yang bisa diandalin buat bola atas. Pola mainnya juga ajeg; kasih ke Henry, sprint, umpan lambung ke Kanu, sundul. Ada juga Mas Jambul yang suka memakai Manchester United. Tipikal pemain komplet, tidak punya gaya khas. Serangan mengalir dari segala arah. Terobosan ok, lewat umpan lambung pun ok. Memilih ManUtd karena kemampuan pemainnya yang merata. Selanjutnya ada Mas Taqi, yang hampir tidak pernah menang sama saya. Klub favoritnya AS Roma, dan ngandalin Totti sebagai juru tembaknya. Polanya cenderung monoton, shooting from long range, karena kemampuannya mengolah stik PS yang rendah. So, kasih ke Totti, tembak, dan biarkan keberuntungan yang bekerja. Saya sendiri lebih suka memilih AC Milan, klub favorit saya. Ada dua centre back yang solid, dan Shevchenko juga masih jaya-jayanya. Saya sendiri lebih suka dengan pola main lewat kedua sayap dan melakukan crossing ke tiang dekat; entah lambung atau mendatar. Yang menjadi kunci adalah pengambilan posisi si striker untuk memotong umpan yang dilepaskan.

Nah, trus, siapa yang paling sering menang dan kalah? Kalau yang sering menang sih relatif imbang, tapi biasanya Mas Jambul yang sering jadi juara. Kalau yang sering kalah Mas Taqi, karena memang pupuk bawang. Waktu main sih ribut nggak bisa diam dan banyak komentar, tapi di kenyataannya sering kalah, hehehe… Walaupun minta re-match, tetap saja kalah. Jadi deh, dia bahan ejekan sepanjang malam hingga pagi hari. Tapi tetap saja, walaupun pas main panas, habis main tetap bisa haha-hehe bareng lagi. Namanya aja buat ngilangin stress, ya dibawa seneng aja.

1 Comment

  1. taqi said,

    December 24, 2008 at 12:58

    hahahahaaha…… itu PS 1 sob. PS 2 dong! hahahaha… kapan2 kita maen lagi deh, ceng-cengan sepuasnya. yang penting hepišŸ˜€


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: