titik paling nadir

Setiap orang pasti punya saat-saat paling nadir dalam dirinya. Saat dimana merasa sebagai orang paling bodoh dan tidak berguna sedunia. Nah, saya juga punya saat paling nadir itu, yaitu waktu proposal skripsi saya ditolak. Jurusan kuliah saya memang sedikit nyleneh, lha wong proposal skripsi aja ada sidangnya. Proposalnya dinamain kolokium, isinya latar belakang penelitian, kajian teori, gambaran umum wilayah, sama desain survei. Intinya pra skripsi, tapi minus analisis. Nah, karena itu, kolokium jadi dibuat serius. Saya sendiri bikin kolokium itu dalam jangka waktu 9 bulan (lama banget…); ngaret dari jadwal normal yang 6 bulan. Habis di-acc, gak bisa langsung survei, tetapi ada sidangnya. Yah, seperti sidang pembahasan skripsi itu lah. Nah, waktu sidang itu saya dibantai habis sama dosen penguji. Duh, 2 jam yang paling membikin perut saya mules. Sumpah, rasanya nggak ingin ngulangi kejadian itu. Saya sudah ngerasa bahwa garapan saya akan gagal, waktu pengambilan keputusan (saya disuruh keluar ruangan waktu itu, dan tradisinya memang begitu) makan waktu yang lama sekali. Dan benar, saya disuruh untuk mengganti lokasi studi atau mengganti tema studi. Ya sama aja gagal. Ganti lokasi studi berarti ganti isu baru, dan ganti semuanya. Ganti tema juga sami mawon. Ah, kerjaan saya selama 9 bulan hancur dalam jangka waktu 2 jam saja; hilang tanpa bekas, seperti saya dianggap tidak pernah mengerjakan apapun selama 9 bulan sebelumnya.

Itu adalah titik terendah dalam hidup saya. Saya nggak bisa tidur nyenyak selama 3 hari, cuma merenung saja kerjaannya, bingung mau ngapain. Dan pada saat seperti inilah baru saya tahu arti pentingnya teman. Untung saja saya punya banyak teman yang, alhamdulillah, baik-baik. Banyak yang mencoba untuk menghibur saya. Ada yang ngajakin futsal, ada yang ngajakin jalan-jalan, ada yang ngajakin nyewa komik sama film buat ngilangi stress, bahkan ada juga yang nawari kerja sambilan. Dan setelah saya pikir-pikir, mau nggak mau, ya saya harus bangkit. Life goes on, right? Lagian, maju tidaknya saya ya bergantung pada saya sendiri, bukan pada orang lain.

Dan akhirnya, setelah berkutat dengan trauma kegagalan yang mendalam, akhirnya saya bisa lulus juga, memakan waktu sekitar 2,5 tahun dari kegagalan awal saya. Seperti kata orang bilang, time will heal. Dan titik nadir saya tidak akan saya lupakan sepanjang hidup, sepanjang sel-sel kelabu dalam otak saya masih dapat bekerja dengan lancar.

5 Comments

  1. taqi said,

    December 24, 2008 at 10:43

    hehehe, sebenere rada nyesel nawarin sampeyan kerja. lha bikin sampeyan ga lulus2. hahaha. tapi ada yang terlewatkan tdi. emeng bener time will healing, tp waktu itu, kamu s4 menyerah pada keputusasaan dan akhirnya memilih pulang, kembali ke sangkar paran, ke “pelukan” orang tua😛

  2. semuayanggurih said,

    December 24, 2008 at 11:24

    for taqi: stress banget bro, tapi yang penting gak lama2 mengasihani diri sendiri. saya harus bangkit, dan kembali pada kehidupan nyata. dan saya juga jadi sadar, sangat sadar, bahwa saya mempunyai banyak teman-teman yang baik. you’re all my truly friends indeed.

  3. taqi said,

    December 24, 2008 at 12:01

    that’s are friends for.. tapi kita2 sih cuman bantu dikit. paling banyak ya jasak ama simbok. Buktinya, begitu balik dari kampung udah ga “se-sumpek pas pulang”. Iya to? Btw, kalo maen PS, kayaknya ndak bs dimasukin ke list yang membantu sampeyan “bangkit” lagi. Lha wong kalahan, opo rak tambah stress? hahahahaha……

  4. semuayanggurih said,

    December 24, 2008 at 12:36

    for taqi: ups, itu kebohongan publik yang luar biasa besarnya. awas lho, nanti kuwalat kalo bohong sama King Atdee

  5. Rat_cut3 said,

    December 27, 2008 at 16:59

    kalo baca aku jadi takut ya…
    Apakah mungkin aku akan mengalami nasib yang sama kelak (^_^).
    Tapi optimis aja ah…..

    Btw, saya mau promosi blog baru saya di http://bukumaniak.blogspot.com/.
    Boleh ya…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: