mbati

Pernahkah sampeyan mbati? Bukan korupsi secara sistematis maksud saya, tetapi sedikit ngelaba, terutama sama ortu. Saya punya pengalaman buruk tentang mbati ini. Ceritanya waktu saya sekolah dulu, di Semarang, semester 8, sekitar tahun 2003 yang lalu. Waktu itu ada KKN. Nah, saya mbati “sedikit” tentang biaya KKN. Markup lah, kalo orang sekarang bilang. Sumpah, cuma sedikit, gak sampe 50 ribu kok. Dan ternyata, yang namanya perbuatan jelek pasti juga dapat balasan yang jelek. Apalagi berbuat jahat sama ortu, balesannya pasti berlipat ganda, dan kadang malah langsung diterima dan dirasakan. Waktu itu, saya sedang njemput teman pake sepeda motor kesayangan. Gak pake helm, gak bawa SIM, gak bawa STNK. Trus, datanglah malapetaka itu. Ada polisi…!!! Apes saya, kena tilang. Dilobi gak mau, tetep ngotot minta duit banyak. Celakanya, nominal duit itu jauh lebih besar daripada duit yang saya bati dari ortu. Langsung mak nyesss… hati saya serasa disiram air es. Ternyata Gusti ora sare. Setiap perbuatan pasti akan dapat balasannya, apalagi perbuatan jahat terhadap ortu sendiri. Ah, sekarang saya kapok mbati sama ortu. Kalo ada rejeki lebih, ya ngasih. Apalagi sekarang kondisi saya dah kerja, dan ortu malah dah pensiun. Yang jelas, saya kapok. Duh Gusti, nyuwun ngapuro.

4 Comments

  1. masmpep said,

    December 24, 2008 at 09:35

    mbati? dulu istilah ini dipake untuk: kalo kita memboncengkan cewek–apalagi cantik, kemudian mengerem mendadak, dan mbati lah kita dan (cewek yang dibonceng kalau suka). namun dalam sejarah saya membonceng cewek, saya tak pernah sekalipun mbati. takut sih, he-he-he.

  2. taqi said,

    December 24, 2008 at 11:10

    iyo. tak pikir iki mbati cewek. tiwas. wah…wah…judulnya menipu😀 btw, kon wis iso ngapuro pulisi kuwi rak tdi?

  3. semuayanggurih said,

    December 24, 2008 at 11:30

    for taqi: sampai kapanpun gak akan lupa tentang si polisi kurang ajar itu. jujur, sampe sekarang masih belum ikhlas. biarlah duitnya jadi api yang membakar perutnya, karena tidak diperoleh dengan halal.
    mbati cewek? saya tipe orang baik-baik yang tidak akan melakukan hal serendah itu. apa kata dunia nantinya? halah…

  4. pizka said,

    December 25, 2008 at 22:26

    Woh! Aku kapusan! Kirain! *mbalik kucing*
    P.s: aku ndak pernah dibathi Atdi. Bukan bermaksud minta.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: