parijs van java

Sebenernya sih ini nama lain dari kota Bandung, magnet yang sangat memikat hati saya. Beberapa hari yang lalu saya sempet kesana, setelah dapat tugas ke Cipanas. Waktu pulang, mampir Bandung buat jalan-jalan, hehe… Kunjungan kedua saya, setelah pada bulan Juni lalu sempat tes TOEFL di sana juga. Kesan dalam perjalanan kedua saya sama seperti waktu pertama kali ke sana. Ada tiga impresi besar: macet, dingin, dan neng geulis.

First, macet. Dan cenderung kumuh juga. Heran saya, kenapa ya kalo ada kota yang ada kampusnya, dan di kampus itu ada jurusan planologi-nya (alias perencanaan wilayah dan kota), kok kotanya malah semrawut. Selain di Bandung, daerah Tembalang di Semarang juga kumuh tuh. Apa mungkin karena terlalu banyak pikiran yang menyumbangkan ide sehingga bingung mana yang mau diterapkan? Atau karena jurusan-nya “perencanaan” jadi cuma bisa ngerencanain aja tanpa mengaplikasikannya? Hehe, aneh yah. Tapi bener deh, macetnya tu bikin sebel, meskipun blm separah Jakarta.

Second, dingin. Ada untungnya juga hawa di sana rada adem, jadinya masih bisa ndinginin otak waktu ngadepin macet. Tapi kalo kelamaan sih, bikin pusing. Mungkin karena saya biasa hidup di daerah pantura yang rendah, jadi begitu ada di daerah dingin dan tinggi, rasane mata jadi rada berkunang-kunang. Mau pingsan rasane, duh…

Third, neng geulis. Nah, ini yang paling menyenangkan. Hampir semua wanita Bandung kulitnya putih bersih. Ya jelas aja, air pegunungan memang kualitasnya bagus, jadi di kulit juga bagus. Hampir di setiap penjuru kota bertebaran neng geulis tuh. Mmm… rasanya jadi pengen sekolah di Bandung aja ah, kalo ada kesempatan.

dsc004611Sedikit catatan, Bandung memang bener-bener bikin boros. Duh, setiap ke sana pasti pengennya belanja. Ah, pusing, mana duit lagi cekak juga. Buruk buat saya. Oya, satu lagi yang tidak saya temui di kampung halaman. Ada fasilitas telepon umum gratis di mall (wow…!!!). Patut ditiru tu konsep buat pelayanan publik.

Kesimpulannya: Bandung jadi salah satu obsesi saya (halah…)

1 Comment

  1. pizka said,

    December 3, 2008 at 15:18

    Terima kasih *blushing* (macak neng geulis)
    Mari ke bandung lagee…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: