penurunan kualitas

Halo…
Beberapa waktu yang lalu saya baru saja buka2 PC, dan menemukan file skripsi saya. Dengan sedikit rasa rindu pada kampus dulu (halah…), saya buka file skripsi itu. Dan apa yang terlintas dalam pikiran saya waktu itu? Ternyata rasa heran “Wah, dulu kok saya bisa bikin penelitian seperti ini ya?” Dalam artian, sekarang saya menganggap bahwa penelitian saya tersebut sangat mewah sekali untuk saya yang sekarang ini (meskipun pembimbing saya dulu mengatakan bahwa penelitian tersebut kurang optimal, dan saya yakin penelitian temen2 saya jauh lebih bagus dari penelitian saya). Saya jadi heran, kok bisa ya, dulu saya bikin penelitian yang kayak gini. Jujur saja, kalau sekarang saya disuruh untuk bikin penelitian yang seperti itu, saya rasa gak sanggup deh. Thus, kesimpulan awal yang dapat saya ambil adalah: saya yang dulu lebih baik dalam berpikir secara ilmiah daripada saya yang sekarang, alias muncul penurunan kualitas dalam berpikir secara “jernih”. Pertanyannya, kenapa kok kualitas saya menurun? Apa karena udah lama gak latihan (dalam artian udah gak kuliah lagi)? Ataukah karena lingkup pekerjaan menuntut saya untuk berpikir praktis dan “aman” (seperti kata seorang teman: riding the wave savely)? Saya sendiri merasa bahwa pekerjaan saya yang sekarang ini kurang membuat otak saya bekerja secara kreatif. Yup, birokrasi sangat membatasi kreativitas seseorang. Saya sendiri juga heran, padahal muaranya nanti kan pelayanan yang lebih baik, tapi kok malah ditekan. Kembali ke awal, saya jadi kangen sama masa kuliah dulu nih. Nah, tentang skripsi (yang menurut saya merupakan penelitian yang jadi muara semua mata kuliah yang saya ikuti dulu), kesimpulan lain yang dapat saya ambil adalah adrenalin ternyata sangat berpengaruh terhadap kualitas pemikiran. Pas saya nggarap skripsi dulu, otomatis saya berada dalam tekanan, entah dalam bentuk apapun. Hal tersebut akan melepaskan adrenalin, yang akan membuat seseorang melepaskan kemampuan sampai batas maksimalnya. Dalam kasus saya, hal tersebut mengejawantah dalam penelitian yang saya sebut mewah untuk saya (pada masa sekarang, meskipun dulu saya menganggap biasa2 aja tuh). Yah, tekanan ataupun stress itu tidak selalu buruk kan? Tergantung penyaluran kita…

So, pernahkah anda juga merasa heran seperti saya?

3 Comments

  1. om dessy... said,

    November 10, 2008 at 03:51

    Setiap saya menangkap kegelisahan anak-anak muda…..yang tersirat yaitu….HARAPAN MASIH ADA…., tetaplah menggelisahkan diri sahabat….., bangsa dan negara sangat butuh manusia anti kemapanan…., perjalanan panjang dimulai dari langkah pertama…., ajarin dong gue blog….

  2. slawiharmoni said,

    November 21, 2008 at 09:33

    blog e tambah apik yaa, aja merem ooh kalau foto

  3. semuayanggurih said,

    November 22, 2008 at 15:24

    for slawiharmoni: merem itu tandane mak nyusss…. semua yang gurih pasti mak nyusss, hehehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: