first impression of jogja

Saya sedang di Jogja sekarang. Sudah lumayan lama, sekitar satu setengah bulan. Ada keperluan buat sekolah lagi di sini, dan mumpung ada yang mbayari, ya alhamdulillah deh. Kesan pertama tentang Jogja saya bagi dalam tiga hal: makanan, lalulintas, dan hiburan. Apakah lebih baik daripada kampung asal saya di Tegal? Hmmm…. yah, ada yang lebih baik dan ada yang tidak.

Pertama, makanan. Jogja jelas gudangnya makanan manis. Ah, sebenarnya ini siksaan untuk saya yang lebih suka makanan gurih. Jadi, meskipun Jogja terkenal dengan gudegnya, sampai sekarang saya belum pernah makan gudeg di sini. Hehehe… aneh yah? Read the rest of this entry »

komitmen

Saya salut sama komitmen dosen di UGM. Sekarang saya lagi di Jogja. Ada short-course 2 bulan di UGM (kerjasama dengan Bappenas) buat jadi fungsional perencana. Dosen yang ngajar macam-macam background ilmunya; dari ekonomi, administrasi publik, psikologi, ilmu sosial, ilmu politik, tata ruang, dan geografi. Enak, apalagi banyak dosen yang sudah profesor dan benar-benar ahli di bidangnya. Pengelola diklat memang pinter milih dosen buat ngajar, dan rasanya standar Bappenas untuk pengajar memang tinggi. Yang saya salut, komitmen dosen-dosen itu untuk mengajar benar-benar bagus. Read the rest of this entry »

pdrb dan gap ekonomi

Saya sedang di Jogja sekarang. Ada pendidikan buat posisi fungsional perencana. Dua bulan, lumayan lama. Mulai dari Senin 13 April, sekarang baru minggu pertama. Jujur saja, tujuan pertama saya sebenarnya ingin refreshing, menghindari rutinitas kantor, dan mensucikan otak dari kewajiban spj, hehehe… Tapi setelah saya mengikuti materi, saya tahu bahwa saya tidak salah mengambil keputusan untuk ikut diklat ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Benar-benar mencerahkan, membuat saya merasa bodoh (ah, setelah saya selesai kuliah dan masuk dalam birokrasi, kemampuan saya rasanya jauh menurun), sekaligus menggugah keinginan saya untuk sekolah lagi (yang sempat sedikit meredup karena kepindahan saya ke bidang yang sesuai background pendidikan) menjadi kembali berkobar. Dosen UGM (dalam waktu pelatihan yang baru seminggu) memang enak. Pinter dalam teori, dan juga menguasai dalam aplikasi di lapangan beserta contoh kasus. Read the rest of this entry »

pdrb

Mohon maaf bagi insan ekonomi, tapi saya baru tahu ternyata PDRB bisa diukur dari 3 pendekatan: pendapatan, pengeluaran, dan produksi (ah, goblok benar diriku). Dulu di jaman kuliah pasti saya pernah dapat pelajaran ini, tapi karena “kebencian” saya pada mata kuliah ekonomi (lihat di sini), pasti tidak memperhatikan, dan… itulah, saya baru merasa konyol dan bodoh pada saat ini. Ah, penyesalan pasti datangnya selalu terlambat.

Waktu saya tanya teman saya pendekatan apa yang dipakai di Indonesia, dia menjawab pendekatan produksi. Dan setelah saya pikir-pikir, rasanya kok aneh kalau pendekatan produksi yang dipakai. Read the rest of this entry »

kuwalat ekonomi

Dulu, sejak saya SMA sampai lulus kuliah, mata pelajaran yang sangat benci adalah ekonomi. Mohon maaf untuk yang suka (bahkan mendalami) ilmu ini, tapi saya punya beberapa alasan untuk “kebencian” saya tersebut. Read the rest of this entry »

penurunan kualitas

Halo…
Beberapa waktu yang lalu saya baru saja buka2 PC, dan menemukan file skripsi saya. Dengan sedikit rasa rindu pada kampus dulu (halah…), saya buka file skripsi itu. Dan apa yang terlintas dalam pikiran saya waktu itu? Ternyata rasa heran “Wah, dulu kok saya bisa bikin penelitian seperti ini ya?” Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.