Alias buku sekolah elektronik. Sebenarnya ini kebijakan dari pemerintah pusat yang sangat baik. Sayangnya, karena kurang didukung oleh pemerintah daerah, hasilnya justru cenderung sia-sia dan tetap menimbulkan biaya ekternalitas yang seharusnya bisa ditekan (yup, iklan sekolah gratis ada di mana-mana hanya sekedar utopia saja).
Saya hanya bisa berandai-andai. Anggaran pendidikan kan sekarang besar, 20% dari total anggaran. Hanya saja, penggunaannya masih “jorok”, belum menikam pada permasalahan. Sebagai contoh, banyak yang justru digunakan untuk honor pegawai dan pembelian kendaraan dinas. Lah, memangnya yang harus dicerdaskan tu pegawai apa muridnya?
Akan lebih baik bila anggaran yang “tersisa” itu digunakan untuk mencetak buku sekolah elektronik. Read the rest of this entry »
Di kantor saya ada warung kejujuran, seperti postingan saya di
Pertumbuhan kota-kota di negara berkembang telah menjadi suatu hal yang berkembang dengan sangat cepat. Hal ini juga terjadi pada kota-kota kedua yang tumbuh dengan pesat; bahkan sering timbul daerah perkotaan baru. Proses tumbuhnya wilayah perkotaan baru ini dinamakan sebagai urbanisasi.