Hampir tiap pagi di semua stasiun televisi ada acara live music. Yang namanya inbox lah, dahsyat lah, atau yang lain. Saya tidak hapal karena tidak punya televisi di kamar kos dan sering masuk kuliah pagi, sehingga jarang melihat acara tersebut. Meskipun begitu, kadang saya nikmati juga, ketika pulang ke kampung halaman. Secara umum, ada tiga hal yang jadi tema: pembawa acara yang heboh (meskipun kadang guyonannya keterlaluan dan tidak lucu sama sekali), pemutaran video klip, dan penampilan langsung di studio. Dan saya jarang memperhatikan presenter yang aneh, lebih suka menonton video klip, serta mengamati live music yang ada. Bukan, bukan mengamati penyanyi, tetapi justru penari-penari (yang kebanyakan abg, some says that they are “alay”) yang berada di belakang si penyanyi. Read the rest of this entry »
beware of your prayer
March 16, 2011 at 13:05 (all, umum)
Tags: renungan
Hati-hati dengan doa Anda. Ini yang saya yakini. Janganlah berdoa untuk meminta hal buruk terjadi pada orang lain. Saya pernah mengalaminya sendiri, dan sekarang menjadi sangat berhati-hati untuk memohon kepada Gusti Allah, terutama yang berkaitan dengan orang lain.
Gusti Allah pasti akan mengabulkan permohonan kita; persoalannya adalah kita serius memintanya ataukah tidak. Read the rest of this entry »
alasan
February 28, 2011 at 21:53 (all, umum)
Tags: renungan
Ah, macam-macam saja alasan yang ada. Seperti saat ini: males nulis, eh, tiba-tiba sudah akhir bulan. Terpaksa nulis, biar tidak ada bulan yang kosong. Kualitasnya? Nanti saja dipikirkan, yang penting upload dulu lah.
updated 14 maret 2011
Itu tadi sih alasan saja untuk memenuhi target. Read the rest of this entry »
bersyukurlah. selalu
January 31, 2011 at 22:16 (all, umum)
Tags: renungan
Ini kata-kata yang selalu diucapkan sahabat terbaik saya dalam setiap postingan di milis teman-teman kuliah (sayang dia sudah out sekarang). Dan dia memang benar. Betapa banyak nikmat yang dicurahkan Gusti Allah kepada kita (khususnya saya), dan saya masih kurang bersyukur. Mari kita lihat beberapa hal dari segi fisik duniawi saja (karena urusan agama adalah urusan pribadi tiap manusia, dan saya tidak mau merambah wilayah yang menjadi privasi orang lain). Read the rest of this entry »
post-match report: midterm exam and final exam
December 31, 2010 at 21:36 (all, umum)
Tags: ekonomi, harapan
Saya sedang sekolah sekarang, melanjutkan studi saya di jurusan ekonomi pembangunan. Background pendidikan saya adalah perencanaan wilayah dan kota (PWK), dan jurusan ekonomi pembangunan ini benar-benar membat saya puyeng. Benar, di PWK memang ada mata kuliah yang berkaitan dengan ekonomi pembangunan (cukup banyak malah), tetapi saya tidak suka dengan pelajarannya (bahkan bisa dikatakan benci, hehe…). Mungkin ini balasan karena dulu benci (atau justru kesempatan kedua untuk bisa lebih memahami pelajaran yang tidak saya mengerti) mata kuliah ekonomi, dan saya mencoba untuk menikmati “siksaan” pelajaran yang tidak begitu saya pahami ini. Tak apalah, dulu saya juga yang memilih jurusan ini, jadi saya juga sudah siap dengan segala konsekuensinya.
Nah, minggu kemarin saya baru selesai ujian. Jadi sudah sedikit tenang sekarang; setidaknya satu trimester telah dilewati. Entah hasilnya apa, tetapi saya puas karena saya telah melakukan yang terbaik yang saya bisa. Untuk sedikit me-review kembali hasil pengerjaan ujian saya dan beberapa teman kuliah (bukan hasil ujiannya lho, karena seringkali hasilnya tidak dibagikan), nikmati tulisan berikut. Read the rest of this entry »
are donor countries really kind?
November 27, 2010 at 21:46 (all, umum)
Tags: ekonomi
Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan hutang yang banyak. Saking banyaknya, bahkan untuk membayar bunga hutang saja membutuhkan proporsi yang cukup banyak dari APBN. Nah, yang jadi pertanyaan, kenapa kok ada negara donor yang mau memberikan hutang pada Indonesia? Dengan bunga rendah lagi. Apakah mereka benar-benar baik hati ingin membantu kita? Ataukah ada alasan lain di balik semua itu? Dulu saya berpikir bahwa negara donor adalah negara sahabat sejati Indonesia, karena mau membantu pembangunan kita dengan memberikan hutang jangka panjang dengan bunga yang sangat ringan. Sekarang… mungkin (masih) sedikit berpikiran seperti itu, tetapi ternyata ada alasan kenapa mereka mau “memberikan” uangnya pada negara miskin seperti kita dengan syarat yang sangat ringan. Read the rest of this entry »
persiapan ujian: abu merapi + migrain
October 31, 2010 at 18:02 (all, umum)
Tags: harapan, sakit
Ah, memang sudah digariskan Merapi meletus mungkin, sehingga persiapan ujian mid semester kali ini dihiasi dengan abu. Tebal juga, sekitar 1 cm (di kos saya yang lokasinya di sekitar Monumen Jogja Kembali, cukup jauh dari puncak). Itu sudah membuat repot dalam membersihkan, apalagi bagi warga yang tinggalnya dekat dengan puncak. Yah, semoga hajat Merapi ini cepat selesai. Read the rest of this entry »
PMS dan prosesi menikah yang melelahkan
September 30, 2010 at 18:36 (all, umum)
Tags: renungan
Beberapa hari yang lalu saya menderita PMS. Bukan penyakit menular seksual, bukan juga pre mnestruation syndrome, tapi pre marriage syndrome (saya lebih suka menyebutnya dengan nama itu). Suatu kondisi yang sangat-sangat ribet, yang membuat saya kehilangan pikiran jernih. Read the rest of this entry »
bangsa yang ramah, benarkah? tidak, dan ini adalah salahsatu alat yang menjadikannya tidak ramah
August 29, 2010 at 12:06 (all, umum)
Tags: aneh, renungan
Banyak orang Indonesia mengaku sebagai orang yang ramah, dan mengatakan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang ramah. Bahkan, kita begitu membanggakan keramahan kita ke seluruh dunia. Murah senyum, tulus membantu, dan semua bentuk keramahan lain yang menjadi keunggulan komparatif kita dibanding bangsa lain yang sering kita hakimi sebagai bangsa yang individualistis. Tetapi, apakah keramahan yang kita banggakan itu benar-benar ada? Ah, saya sedikit ragu mengenai hal itu. Bukan apa-apa, tetapi ini adalah pengalaman pribadi saya yang sudah sangat jarang sekali menemukan keramahan yang saya rindukan.
Tentu saja, saya tidak ingin men-generalisir pendapat itu. Yang saya maksudkan, ada dua jenis kecenderungan bangsa Indonesia; untuk ramah dan untuk menjadi “ganas”.IMHO, pada dasarnya bangsa ini ramah. Sangat ramah. Tetapi, ada beberapa hal yang menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang kehilangan keramahannya dalam sekejap. Yup, hanya dalam sekejap, dan hospitality itu menguap entah kemana. Read the rest of this entry »
