Dalam hirarki rencana tata ruang di lingkup kabupaten, terdapat dua jenis rencana tata ruang yaitu rencana umum dan rencana rinci. Rencana umum biasanya dijabarkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten, sedangkan rencana rinci merupakan penjabaran dari rencana umum dan biasanya mewujud dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota (UU 26/2007 tentang Penataan Ruang). Setiap rencana tata ruang mempunyai tujuan dan lingkup aplikasi sendiri. Materi teknis RTRW lebih condong pada arahan pola ruang dan struktur ruang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sedangkan materi teknis RDTR lebih condong pada penetapan zonasi untuk mengatur peruntukan lahan pada suatu kawasan. Dengan demikian, dalam hal perijinan lokasi, RDTR lebih aplikatif untuk dipakai sebagai acuan. Read the rest of this entry »
endogenous condition sebagai prasyarat pengembangan investasi
September 24, 2009 at 08:28 (all, birokrasi, planning)
Tags: birokrasi, ekonomi, harapan
Di Kabupaten Tegal, sudah beberapa tahun ini sangat jarang investasi (khususnya di bidang industri melalui investasi langsung) yang masuk. Entah apa penyebabnya, padahal lokasi Kabupaten Tegal relatif strategis dan masih mempunyai cadangan lahan kosong (vacant land) yang luas. Ditunjang dengan jumlah penduduk yang besar yang merupakan potensi ketersediaan tenaga kerja, maka seharusnya Kabupaten Tegal merupakan daerah yang dituju investor untuk menanamkan modalnya. So, kenapa malah jarang ada investor yang masuk? Pasti ada sesuatu yang salah, khususnya dari sisi Pemkab sebagai regulator (pengarah) dan enabler (pemberdaya) dalam pembangunan wilayahnya. Read the rest of this entry »
rebutan (calon) PTN
September 14, 2009 at 12:16 (all, birokrasi, planning)
Tags: birokrasi, ekonomi, harapan
Di daerah saya ada satu universitas swasta, namanya Universitas Panca Sakti, biasanya disingkat UPS. Lebih hebat dari Trisakti lho. Kenapa, ya karena Trisakti kan tri, cuma tiga; sedangkan Panca Sakti kan panca, jadi lima deh, hehehe… OK, enough for the joke, sekarang saatnya yang beneran.
Ada wacana bahwa UPS mau jadi universitas negeri, dan syarat untuk itu adalah minimal luas kompleks kampusnya 30 hektar. Selama ini, luasan yang dimiliki hanya kurang dari 4 hektar, jadi masih banyak kekurangan. Nah, dengan statusnya sebagai (calon) PTN, maka UPS jadi seperti gadis cantik bunga desa yang menarik minat untuk dipinang. Setidaknya ada tiga pemerintah daerah yang berminat untuk meminang UPS: Pemkot Tegal, Pemkot Brebes, dan Pemkab Tegal. Semuanya sangat bernafsu, karena daya ungkit PTN yang sangat besar. Banyak dampak ikutan yang terjadi bila suatu daerah memiliki PTN, karena jangkauannya yang memiliki lingkup nasional. Bisa dipastikan ekonomi kawasan akan berkembang, setidaknya dari penyediaan tempat kos, jasa (rumah makan, rental komputer, warnet, dan jasa pelengkap lain), dan perdagangan yang pada akhirnya akan menjadi generator pertumbuhan. Bisa dikatakan, PTN merupakan suatu growth pole yang akan menggerakkan sektor ikutan lain, tanpa pemerintah perlu melakukan intervensi langsung untuk menggerakkannya. Read the rest of this entry »
komunitas pedagang kaki lima
August 11, 2009 at 08:23 (all, birokrasi, planning)
Tags: birokrasi, ekonomi, harapan
Sampeyan tahu pedagang kaki lima yang sering ada di keramaian-keramaian itu kan? Yang jualan macem-macem itu; dari martabak telur, pisang molen, mainan anak-anak, arum manis, dvd bajakan, sampai kaos sablon dan bantal-guling. Saya tahu bahwa mereka ikut dimanapun ada keramaian. Yang saya baru tahu, ternyata di Tegal (menurut cerita seorang teman) ada paguyuban komunitas pedagang kaki lima tersebut; di daerah Kramat, tepatnya saya belum mengerti di mana. Komunitasnya terorganisir dengan baik. Ada yang bertugas mencari rencana acara keramaian (seperti rencana pelantikan Kepala Desa, acara hajatan, dan acara pasar malam), ada yang tugasnya survei awal lokasi, dan ada yang sebagai pengurus harian. Read the rest of this entry »
birokrasi dua muka
July 29, 2009 at 16:21 (all, birokrasi, planning)
Tags: birokrasi, renungan
Saya sering bingung dengan sikap birokrasi (dengan Bupati/Walikota sebagai pimpinannya), khususnya di lingkup Kabupaten/Kota. Saya sendiri seorang birokrat yang bekerja dalam lingkup kabupaten, dan saya masih bingung bagaimana mengambil sikap menghadapi hal ini. Dalam pandangan saya, birokrasi di Indonesia memiliki loyalitas ganda; pada masyarakat dan pada pemerintah pusat, yang seringkali berseberangan. Read the rest of this entry »
sejarah perkembangan kota di jawa
July 17, 2009 at 16:40 (all, planning)
Tags: tata ruang
Pernahkah sampeyan memperhatikan perkembangan sejarah kota di Jawa? Kenapa jarak antar kota (yang saya maksud kota di sini adalah kota yang sudah berkembang sejak jaman dulu, yaitu jaman kerajaan Islam dan jaman kita dijajah kumpeni) sebagian besar adalah antara 50-60 kilometer? Read the rest of this entry »
pdrb hijau
June 24, 2009 at 15:06 (all, birokrasi, planning)
Tags: ekonomi, harapan
PDRB jenis apalagi ini? Saya juga bingung waktu pertama kali mendengar tentang pdrb hijau, dari seorang teman (teman kuliah dulu) yang bertugas di bappeda brebes. Dia habis ikut pelatihan tentang PDRB jenis ini. Penasaran, saya lalu coba ngangsu kawruh ke dia.
Intinya, PDRB hijau adalah dana yang (potensial) didapat atau dikeluarkan bila suatu aktivitas dilakukan. Konsep ini berkaitan erat dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan. Read the rest of this entry »
menyikapi perkembangan kawasan perkotaan di kabupaten tegal: tinjauan perlunya revitalisasi fungsi bkprd
June 24, 2009 at 09:48 (all, birokrasi, planning)
Tags: birokrasi, harapan, tata ruang
Pertumbuhan kota-kota di negara berkembang telah menjadi suatu hal yang berkembang dengan sangat cepat. Hal ini juga terjadi pada kota-kota kedua yang tumbuh dengan pesat; bahkan sering timbul daerah perkotaan baru. Proses tumbuhnya wilayah perkotaan baru ini dinamakan sebagai urbanisasi.
Kebanyakan studi yang dilakukan mengenai urbanisasi selalu mengaitkan fenomena yang terjadi dengan gelombang migrasi penduduk yang besar pada kota-kota besar, padahal sebenarnya ada dua pengertian urbanisasi; pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Read the rest of this entry »
pdrb dan gap ekonomi
April 21, 2009 at 13:26 (all, birokrasi, planning)
Tags: ekonomi, kuliah
Saya sedang di Jogja sekarang. Ada pendidikan buat posisi fungsional perencana. Dua bulan, lumayan lama. Mulai dari Senin 13 April, sekarang baru minggu pertama. Jujur saja, tujuan pertama saya sebenarnya ingin refreshing, menghindari rutinitas kantor, dan mensucikan otak dari kewajiban spj, hehehe… Tapi setelah saya mengikuti materi, saya tahu bahwa saya tidak salah mengambil keputusan untuk ikut diklat ini. Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Benar-benar mencerahkan, membuat saya merasa bodoh (ah, setelah saya selesai kuliah dan masuk dalam birokrasi, kemampuan saya rasanya jauh menurun), sekaligus menggugah keinginan saya untuk sekolah lagi (yang sempat sedikit meredup karena kepindahan saya ke bidang yang sesuai background pendidikan) menjadi kembali berkobar. Dosen UGM (dalam waktu pelatihan yang baru seminggu) memang enak. Pinter dalam teori, dan juga menguasai dalam aplikasi di lapangan beserta contoh kasus. Read the rest of this entry »
pdrb
March 14, 2009 at 12:02 (all, birokrasi, planning, umum)
Tags: ekonomi, kuliah
Mohon maaf bagi insan ekonomi, tapi saya baru tahu ternyata PDRB bisa diukur dari 3 pendekatan: pendapatan, pengeluaran, dan produksi (ah, goblok benar diriku). Dulu di jaman kuliah pasti saya pernah dapat pelajaran ini, tapi karena “kebencian” saya pada mata kuliah ekonomi (lihat di sini), pasti tidak memperhatikan, dan… itulah, saya baru merasa konyol dan bodoh pada saat ini. Ah, penyesalan pasti datangnya selalu terlambat.
Waktu saya tanya teman saya pendekatan apa yang dipakai di Indonesia, dia menjawab pendekatan produksi. Dan setelah saya pikir-pikir, rasanya kok aneh kalau pendekatan produksi yang dipakai. Read the rest of this entry »