Ah, itu sih kata penyanyi dangdut. Kenyataannya? Buat saya, sakit gigi adalah sakit yang sangat traumatis. Banyak pengalaman buruk saya berkaitan dengan si gigi ini (dan juga dokter gigi tentunya). Rasanya profesi yang paling saya takuti dalam kondisi normal ya dokter gigi deh (hehe.. maaf ya dok, tapi sampeyan bener-bener membuat saya takut).
Pengalaman buruk pertama datang pada saat saya masih SD. Ada acara periksa gigi di sekolah. Hasilnya, saya dianggap sehat. Tapi, itu hanya tipuan (baca: salah hasil). Seminggu setelahnya keuar pengumuman baru bahwa gigi saya parah, dan harus diobati. Akhirnya dengan teman-teman yang senasib, saya pergi ke puskesmas. Jalan kaki, dan pada jam sekolah (lumayan, bisa buat refreshing a.k.a mbolos kelas). Sayangnya niat refreshing itu ternyata tidak kesampaian. Puskesmas ternyata kejam…!!! Gigi saya dicabut dengan brutal di sana. Dengan cara yang sangat sederhana, dan (kalo dipikir-pikir sekarang) kurang elegan. Read the rest of this entry »