Bagi beberapa orang, tes wawancara dalam melamar pekerjaan merupakan momok, karena tidak pernah lulus. Bagi saya juga, karena saya tidak penah lolos dalam tes wawancara. Jadi, kenapa saya bisa mendapat pekerjaan? Mungkin itu yang jadi pertanyaan sampeyan. Bukan, saya bukan menyuap ataupun punya koneksi, tetapi saya mendapat pekerjaan saya yang sekarang karena memang tidak ada tes wawancara dalam seleksinya. Aneh? Bukankah setiap lowongan pekerjaan pasti ada tes wawancaranya untuk memastikan bahwa user tidak salah pilih? Yah, entahlah, tapi negara tidak memerlukan wawancara dalam mencari pegawai, sehingga loloslah saya jadi birokrat, hehehe… Read the rest of this entry »